Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Jembatan Hanyut, Warga Nepal Gunakan Luncur Darurat

Setelah banjir bandang menghancurkan akses lintas sungai, warga di Nuwakot memanfaatkan zipline darurat untuk menyeberang Trishuli.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 08.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Jembatan Hanyut, Warga Nepal Gunakan Luncur Darurat
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Banjir bandang yang melanda wilayah Nuwakot, Nepal, pada awal September 2026, menghanyutkan sejumlah jembatan utama, menyebabkan isolasi berkepanjangan bagi warga di seberang Sungai Trishuli. Akibatnya, akses ke wilayah perkotaan dan fasilitas dasar terputus, memicu krisis logistik dan kemanusiaan. Sejumlah desa terjebak tanpa akses darat selama hampir satu minggu sejak peristiwa tersebut.

Untuk mengatasi kondisi darurat, otoritas setempat segera memasang sistem zipline gantung sebagai solusi sementara. Warga menggunakan keranjang tergantung pada tali baja yang menyeberangkan mereka melintasi sungai berarus deras. Fasilitas ini menjadi satu-satunya alternatif bagi warga untuk kembali ke rumah, memperoleh bantuan, atau memeriksa kerusakan yang menimpa tempat tinggal mereka.

Penggunaan zipline tidak hanya menjadi alat transportasi, tetapi juga simbol ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana alam. Beberapa warga mengungkapkan bahwa mereka baru bisa menyeberang untuk pertama kalinya sejak bencana, setelah terjebak di seberang sungai. Kondisi ini menekan kebutuhan mendesak akan akses yang aman dan berkelanjutan, terutama bagi lansia, anak-anak, dan mereka yang membutuhkan perawatan medis.

Bencana tersebut dipicu oleh longsoran gletser yang menyebabkan banjir dahsyat. Data terbaru menyebutkan lebih dari 1.200 orang tewas dan lebih dari 4.200 lainnya masih hilang. Meski peluang menemukan korban selamat semakin menipis, operasi pencarian dan penyelamatan tetap dilanjutkan oleh tim lokal dan bantuan internasional. Upaya ini menunjukkan komitmen terhadap kehidupan manusia, meski dalam kondisi terburuk.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya