KAI Daop 6 Tambah Perjalanan Kereta Akibat Bandara Ditutup
KAI Daop 6 mengoperasikan dua kereta tambahan untuk menangani lonjakan penumpang akibat penutupan sementara Bandara Soetta akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 15.48 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta menyiapkan dua perjalanan kereta api tambahan guna menanggulangi peningkatan permintaan transportasi akibat penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Penutupan tersebut dipicu oleh sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang mengancam keselamatan penerbangan. KAI Daop 6 menegaskan langkah ini sebagai upaya antisipatif untuk memberikan alternatif moda transportasi darat yang andal dan aman selama kondisi udara tidak memungkinkan penerbangan beroperasi.
Kereta tambahan pertama berupa KA Yogyakarta-Gambir yang berangkat dari Stasiun Yogyakarta pada pukul 18.20 WIB, sedangkan kedua adalah KA Malang-Gambir yang berangkat dari Stasiun Malang pukul 20.15 WIB. Kereta ini melintasi Stasiun Yogyakarta dan melanjutkan perjalanan ke Gambir dengan waktu tiba pukul 02.37 WIB. Kedua rute ini dirancang khusus untuk mengakomodasi penumpang yang seharusnya menggunakan penerbangan dari Soetta menuju Jakarta dan wilayah sekitarnya.
Pihak KAI menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan selama masa penutupan bandara. Masyarakat diminta memakai masker, pelindung mata, menghindari aktivitas di luar ruangan yang berkepanjangan, serta menyimpan makanan dan barang bawaan dalam wadah tertutup rapat. Jika mengalami gejala seperti sesak napas atau iritasi mata, penumpang diminta segera menghubungi petugas di stasiun atau di atas kereta untuk mendapatkan pertolongan medis.
KAI Daop 6 juga mengimbau masyarakat untuk memperbarui informasi perjalanan dan pemesanan tiket melalui kanal resmi, termasuk layanan Contact Center KAI 121 dan akun media sosial resmi. Dengan langkah ini, diharapkan mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar meskipun sektor penerbangan mengalami gangguan sementara akibat kondisi alam yang tidak terduga.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


