Kaltim Dapat Apresiasi untuk Layanan Kesehatan Berkualitas
Provinsi Kalimantan Timur meraih penghargaan nasional atas kinerja optimal dalam akses dan kualitas layanan kesehatan, diserahkan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri kepada Gubernur Rudy Mas'ud.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 23.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Provinsi Kalimantan Timur berhasil meraih penghargaan nasional dalam kategori layanan akses kesehatan berkualitas, menjadi satu-satunya daerah di wilayah Kalimantan yang mendapatkan apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri pada gelaran tahunan 2026 Batch II. Penghargaan diberikan secara langsung di Balikpapan, dalam acara yang diselenggarakan oleh Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sebagai penyelenggara resmi.
Prestasi ini menjadi bukti komitmen nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang merata dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Penilaian dilakukan berdasarkan empat pilar utama: akses fasilitas kesehatan, tingkat kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), ketersediaan sanitasi layak, serta frekuensi pemeriksaan kesehatan gratis secara rutin.
Kategori ini menilai kinerja pemerintah daerah dalam mendorong inklusi layanan kesehatan, dengan inovasi daerah menjadi faktor penentu dalam penilaian akhir. Kalimantan Barat menduduki posisi terbaik kedua, sementara Kaltim unggul sebagai peringkat pertama di wilayah Kalimantan. Prestasi ini sejalan dengan prioritas nasional yang ditetapkan oleh Presiden, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap upaya nyata pemerintah daerah dalam menjalankan program strategis di bidang kesehatan, pendidikan, perumahan, dan pengelolaan sampah. Sebagai lembaga pembina dan pengawas pemerintah daerah, Kemendagri menilai pentingnya mendorong inovasi dan kinerja optimal agar tujuan pembangunan berkelanjutan dapat tercapai secara merata di tingkat provinsi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan campuran solar B50, memicu minat belajar dari Jepang hingga negara Eropa terkait implementasi dan regulasinya.
9 September 2026

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Pemadaman listrik berkepanjangan selama 48 jam di Gambia memicu unjuk rasa besar-besaran di Banjul dan daerah lain, dengan massa menuntut presiden Adama Barrow mundur, sementara pihak berwenang mengaku penyebabnya adalah lonjakan beban dan gangguan teknis.
9 September 2026

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Ratusan warga eks bantaran rel Senen kini tinggal di hunian sementara yang disediakan pemerintah, menandai realisasi program relokasi dan penataan kawasan.
9 September 2026

Pemerintah Siapkan Rp17 T untuk Bansos Beras Hingga Akhir 2026
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp17 triliun untuk penyaluran bantuan beras 30 kg per keluarga penerima hingga akhir 2026, dengan distribusi secara rutin dan terkonsentrasi.
9 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Data Ekonomi India Dikritik, Mantan Pejabat Sebut Manipulasi Sistemik
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA


