Kampus di Wilayah Terdampak Letusan Anak Krakatau Diminta Jalankan PJJ
Pemerintah meminta perguruan tinggi terdampak erupsi Anak Krakatau menerapkan kuliah jarak jauh dan membatasi aktivitas di luar ruangan demi keselamatan sivitas akademika.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 19.50 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pemerintah mengimbau seluruh perguruan tinggi yang berada di wilayah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau untuk segera menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) guna menghindari paparan debu vulkanik. Imbauan ini disampaikan oleh pejabat tinggi di lingkungan Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi, yang menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan di tengah kondisi darurat akibat aktivitas vulkanik.
Selain proses akademik, aktivitas administrasi kantor dan kegiatan akademik lain yang bersifat tatap muka juga diharapkan dilakukan secara daring atau model hybrid, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan operasional masing-masing kampus. Langkah ini dinilai efektif untuk meminimalkan risiko gangguan pernapasan dan gangguan kesehatan lain akibat paparan abu vulkanik yang tersebar luas.
Pimpinan perguruan tinggi diminta mendirikan posko siaga di lingkungan kampus untuk memantau kondisi dan menangani kebutuhan darurat. Koordinasi dengan pemerintah daerah setempat juga wajib dilakukan secara intensif untuk memastikan respons terhadap bencana berjalan optimal. Pihak kampus diminta turut serta dalam mobilisasi bantuan, baik berupa logistik maupun sumber daya manusia, terutama dalam mendukung masyarakat dan sivitas akademika terdampak.
Pemerintah juga mendorong keterlibatan para pakar dari lingkungan perguruan tinggi dalam upaya pemantauan, analisis, dan penanganan dampak erupsi. Koordinasi terus dilakukan dengan instansi terkait, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), untuk memastikan kebijakan yang diterapkan berbasis data dan terukur. Sebaran abu vulkanik yang meluas ke wilayah Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu menjadi pertimbangan utama dalam kebijakan ini.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


