Kapal Induk AS Bersandar di Thailand, Dorong Ekonomi dan Pemicu Kontroversi
Kedatangan kapal induk USS Abraham Lincoln di Laem Chabang memicu harapan ekonomi namun juga memperburuk isu wisata seks di Pattaya, menyulut antisipasi pemerintah dan masyarakat.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 18.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kapal induk kelas Nimitz milik Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, tiba di Pelabuhan Laem Chabang, Provinsi Chonburi, Thailand, pada Rabu (2/9/2026), menandai akhir dari pelayaran selama 200 hari di laut. Perjalanan ini melibatkan operasi panjang di kawasan Timur Tengah, dengan kondisi di atas kapal yang sempat menjadi perhatian karena laporan mengenai kesehatan mental awak serta tekanan fisik akibat durasi bertugas yang melampaui batas normal.
Dalam kunjungan ini, kapal perang raksasa tersebut membawa sekitar 5.000 personel militer, termasuk pelaut dan marinir, yang menyebabkan lonjakan permintaan terhadap layanan di sekitar kawasan pelabuhan dan kota wisata seperti Pattaya. Kehadiran mereka diperkirakan akan memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi lokal, terutama di bidang perhotelan, kuliner, dan transportasi.
Namun, kedatangan kapal induk juga memicu kekhawatiran serius terhadap praktik wisata seks yang telah lama menjadi isu sensitif di Thailand. Menjelang kedatangan, otoritas setempat telah meningkatkan patroli di kawasan hiburan malam dan tepi pantai, khususnya di Pattaya, sebagai respons terhadap potensi peningkatan aktivitas seks komersial. Polisi menyatakan kesiapan menghadapi dampak sosial yang mungkin muncul dari kedatangan besar-besaran personel militer asing.
Pattaya, yang awalnya merupakan desa nelayan, berkembang menjadi pusat wisata utama sejak Perang Vietnam, ketika tentara AS mencari hiburan di darat. Diperkirakan, setiap anggota militer AS mampu menghabiskan antara 1.000 hingga 3.000 baht (sekitar Rp 535 ribu hingga Rp 1,61 juta) per hari selama masa singgah, menjadikan kota tersebut salah satu lokasi paling menguntungkan secara ekonomi dalam konteks kedatangan militer asing.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Anggota BPK RI Fathan Subchi meninggal dunia pada Minggu (25/10) di usia 56 tahun, meninggalkan jejak panjang dalam politik, keuangan negara, dan organisasi keislaman.
25 Oktober 2026

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Presiden Prabowo menegaskan ketahanan ekonomi nasional meski menghadapi tekanan dari MSCI, dengan menekankan kesiapan Indonesia menghadapi dinamika pasar global.
25 Oktober 2026

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Program binaan Pertamina membantu UMKM tumbuh secara ekonomi sekaligus menciptakan dampak sosial luas melalui pemberdayaan perempuan, penyandang disabilitas, dan pelestarian budaya lokal.
25 Oktober 2026

Pemprov Kaltim Dorong Literasi Keuangan untuk Perkuat Ekonomi Rakyat
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur gencar tingkatkan literasi dan inklusi keuangan demi akses layanan keuangan yang aman, terjangkau, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penjualan Hyundai dan Kia di China Meleset di Bawah 10.000 Unit
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

Shin Tae-yong Dorong Sistem Pembinaan Sepak Bola Berkelanjutan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

Laswi Heritage Run 2026 Sukses Gagas Gelora Olahraga di Tengah Warisan Kolonial
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

