Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kapal Kargo Turki Tenggelam Usai Tabrakan, 10 Awak Hilang

Kapal kargo Tugberk Imamoglu tenggelam di Laut Marmara setelah tabrakan dengan kapal tanker, menyebabkan 10 awak hilang tanpa jejak.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 01.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kapal Kargo Turki Tenggelam Usai Tabrakan, 10 Awak Hilang
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebuah kapal kargo asal Turki, Tugberk Imamoglu, dilaporkan tenggelam di perairan Laut Marmara pada dini hari Rabu (3/9), menyusul tabrakan dengan kapal tanker kosong bernama ALSU. Kejadian ini terjadi di sekitar wilayah Silivri, barat kota Istanbul, dengan waktu tabrakan yang dilaporkan sekitar pukul 03.15 waktu setempat. Menurut Direktorat Maritim Kementerian Transportasi Turki, kapal kargo tidak merespons panggilan komunikasi dan awaknya tidak bisa dihubungi, sehingga diperkirakan tenggelam dalam waktu singkat.

Menteri Transportasi Turki, Abdulkadir Uraloglu, menyatakan bahwa pihak berwenang menerima laporan darurat pada pukul 03.26, hanya 11 menit setelah tabrakan. Ia menekankan bahwa proses tenggelam kapal terjadi sangat cepat, menandakan kegagalan dalam respons darurat. Upaya pencarian dan penyelamatan telah dikerahkan dengan melibatkan 14 kapal dan satu helikopter, namun hingga kini belum ditemukan korban selamat.

Sisa pelampung dan sekoci ditemukan di lokasi kejadian, tetapi semua dalam kondisi kosong. Hal ini menambah kekhawatiran atas nasib awak kapal yang berjumlah 10 orang, terdiri dari satu kapten dan sembilan awak, semuanya warga Turki. Kapal yang tenggelam berada di kedalaman sekitar 900 meter, mempersulit proses pencarian.

Pemilik kapal Tugberk Imamoglu, Tahsin Dogruyol, mengungkapkan bahwa kapten kapal telah berulang kali memberi peringatan kepada kapal tanker yang bergerak mendekat. Ia menyebut kaptennya sempat mengatakan, "Anda terlalu dekat," namun tampaknya peringatan itu tidak ditanggapi. Penyebab tabrakan hingga saat ini masih dalam penyelidikan, tanpa adanya kepastian mengenai kesalahan teknis atau kesalahan manusia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya