Kapolri Ajak Pramuka Jaga Nilai Kebangsaan dan Bangun Karakter
Kapolri menekankan peran Pramuka dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan kepedulian serta mengajak generasi muda menjaga nilai kebangsaan di tengah tantangan digital.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 15.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan pengalamannya sebagai anggota Gerakan Pramuka sejak masa sekolah dasar hingga menengah atas dalam sambutannya pada Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia menyapa peserta dengan sebutan “adik-adik Pramuka” dan menekankan bahwa pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk kepribadian dan nilai-nilai kehidupan. Ia menilai Pramuka bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, melainkan wadah strategis untuk membentuk karakter, keterampilan sosial, serta semangat gotong royong yang dibutuhkan dalam kehidupan berbangsa.
Sigit menekankan bahwa nilai-nilai yang diperoleh dari kegiatan Pramuka—seperti disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial—akan menjadi bekal utama saat menghadapi tantangan di dunia pendidikan, pekerjaan, maupun masyarakat. Ia juga menyoroti pentingnya menjaga semangat kebangsaan di tengah keberagaman, menekankan bahwa Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika harus dihidupkan dalam tindakan nyata, bukan hanya dihafalkan. Ia mengapresiasi komitmen PUI terhadap Islam wasathiyah dan loyalitas terhadap NKRI sejak sebelum kemerdekaan.
Dalam konteks modern, Kapolri mengingatkan generasi muda untuk mewaspadai risiko digital seperti judi online, penyalahgunaan narkoba, tawuran, geng, dan penyebaran paham radikal melalui media sosial. Ia menekankan bahwa kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk belajar, berkarya, dan berkontribusi positif. Ia juga menyampaikan dukungan terhadap usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada tokoh pendiri PUI sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi historis terhadap persatuan bangsa.
Kapolri menyambut baik momentum bonus demografi Indonesia, yang menurutnya menjadi peluang besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ia menyoroti berbagai program pemerintah dan Polri, termasuk Sekolah Rakyat, SMA Kemala Taruna Bhayangkara, dan program beasiswa LPDP, sebagai upaya penguatan kapasitas generasi muda. Ia juga mengapresiasi peran Pramuka dalam bantuan kemanusiaan, seperti pengamanan arus mudik dan kegiatan lingkungan, serta mendorong mereka menjadi pelopor Gerakan ASRI—Aman, Sehat, Resik, dan Indah—melalui tindakan nyata seperti menjaga kebersihan dan menanam pohon.
Menutup sambutannya, Kapolri menegaskan bahwa Polri siap menjadi mitra dan sahabat generasi muda. Ia mengundang anggota Pramuka untuk menjadikan kepolisian sebagai tempat berkonsultasi saat menghadapi tantangan dalam perjalanan mengejar cita-cita. Ia berharap peserta Kemah Nasional pulang dengan semangat baru, tekad kuat, dan komitmen untuk menjadi generasi unggul yang siap memimpin Indonesia di masa depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Masker Sekali Pakai Tak Boleh Dicuci, Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 15.47 WITA

Thailand Perpendek Masa Bebas Visa Jadi 30 Hari Mulai 2026
Rabu, 9 September 2026, 15.45 WITA

Larangan Bungkus Makanan Sarapan di Hotel, Ini Alasannya
Rabu, 9 September 2026, 15.44 WITA

Google Maps Bantu Lacak Lokasi Orang Terdekat Secara Real-Time
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Enam Gunung Api Meletus Bersamaan, Pakar Sebut Bukan Tanda Keterkaitan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Demonstran Serang Anggota Parlemen, Proyek Resor Kushner Jadi Sorotan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Indonesia Belum Siap Jadi Negara Maju Menurut Analisis Terbaru
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Bank Sentral Global Perkuat Cadangan Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA


