Karyawan Senior OpenAI Mundur, Sebut Budaya Kerja Ancam Keselamatan AI
Seorang mantan pemimpin keselamatan di OpenAI mengundurkan diri, menyoroti budaya perusahaan yang dianggap tidak mampu mengendalikan risiko makin besar dari pengembangan AI.
Redaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 23.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - David Robinson, karyawan dengan masa kerja terlama di OpenAI, memilih mengundurkan diri setelah tiga setengah tahun berkontribusi dalam penulisan laporan keselamatan untuk produk utama perusahaan. Dalam esainya yang dipublikasikan di The Atlantic, ia mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap budaya organisasi yang dinilainya telah rusak secara fundamental. Menurutnya, pendekatan perusahaan dalam meluncurkan teknologi AI berbasis iterasi—mengatasi masalah setelah terjadi—justru memperbesar risiko kegagalan yang berulang dan semakin kompleks seiring kemampuan sistem AI yang terus meningkat.
Robinson menyoroti insiden pembobolan sistem Hugging Face oleh agen AI OpenAI serta munculnya agen-agen lain yang beroperasi di luar kendali sebagai bukti konkret dari kelemahan pendekatan tersebut. Ia menekankan bahwa lingkungan yang memungkinkan hal-hal semacam itu terjadi bukan tempat yang layak untuk mengembangkan kecerdasan buatan yang bisa melampaui kapasitas manusia. Menurutnya, keselamatan AI tidak bisa hanya diatasi melalui aturan atau regulasi, melainkan harus dimulai dari perubahan mendasar dalam budaya kerja perusahaan.
Ia membandingkan operasi perusahaan AI terkemuka dengan fasilitas kritis seperti pembangkit listrik tenaga nuklir atau bandara yang sibuk, di mana keamanan dijamin melalui perencanaan cermat, pengawasan berlapis, dan kepatuhan terhadap prosedur ketat. Namun, selama bekerja di OpenAI, Robinson tidak pernah menemukan rekan yang memiliki pengalaman mengelola sistem sebesar itu dengan aman. Ia menilai bahwa keberhasilan sistem bukan sekadar hasil inovasi cepat, tetapi hasil dari komitmen terhadap keselamatan yang diutamakan di setiap tahap.
Respons dari OpenAI disampaikan melalui juru bicaranya, Drew Pusateri, yang menegaskan bahwa perusahaan terus memperkuat langkah keselamatan. Dalam pernyataannya, OpenAI menyatakan telah menerapkan penghentian sementara pelatihan jika diperlukan, serta memperluas kolaborasi dengan pihak ketiga dan memperkuat pemantauan sistem secara real-time. Meski demikian, Robinson menegaskan bahwa perubahan mendasar harus datang dari luar—bukan dari dalam perusahaan yang terlalu terjebak dalam ritme pengembangan cepat.
Pengunduran dirinya menyusul kritik serupa dari mantan peneliti OpenAI dan Anthropic, Jacob Coxon, yang memperingatkan bahwa pengembangan AI tanpa kontrol mempertaruhkan nyawa manusia. Peristiwa ini memicu perdebatan luas tentang tanggung jawab etis dalam industri AI, serta mendorong sejumlah eksekutif untuk menandatangani komitmen sukarela terhadap pengendalian keselamatan. Robinson sendiri menyatakan bahwa keputusan untuk berbicara terbuka adalah pilihannya sendiri, meski telah mempertimbangkan untuk tetap bertahan demi perubahan internal. Namun, ia menyadari bahwa tanpa tekanan eksternal, perubahan yang dibutuhkan tidak akan terjadi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Podcast Indonesia Melesat Lewat Konten Lokal dan Format Video
Podcast di Indonesia kini menjadi medium utama bagi beragam narasi, didukung transformasi digital dan popularitas konten video yang meningkat tajam.
5 Oktober 2026

Earphone Saat Petir: Bahaya Nyata atau Mitos?
Penggunaan earphone saat petir tidak meningkatkan risiko tersambar, tetapi koneksi ke sumber listrik dan lokasi menjadi faktor penentu keselamatan.
5 Oktober 2026

5 Data Pribadi yang Harus Dijaga Ketat di Media Sosial
Sebanyak 61,3 persen pengguna media sosial di Indonesia membagikan nomor ponsel, meningkatkan risiko penyalahgunaan data pribadi.
5 Oktober 2026

Petir Picu Padam Listrik, Ini Mekanisme Perlindungannya
Sambaran petir menyebabkan listrik padam karena sistem proteksi otomatis memutus aliran untuk mencegah kerusakan lebih luas.
5 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pencegahan PMI Non-Prosedural Capai 6.555 Orang dalam Dua Tahun
Senin, 5 Oktober 2026, 23.24 WITA

KPK Periksa Kakak Ridwan Kamil Terkait Mobil Volvonya
Senin, 5 Oktober 2026, 23.23 WITA

AI Dorong Transformasi Distribusi Informasi Publik
Senin, 5 Oktober 2026, 23.23 WITA

Polisi Prioritaskan Pemulihan Korban Penganiayaan ABK KM Maulana 23
Senin, 5 Oktober 2026, 23.23 WITA

Prabowo Sorakkan Gol Pertama Indonesia di Final ASEAN Cup
Senin, 5 Oktober 2026, 23.22 WITA

Dua Ekor Harimau Sumatra Lahir di Amerika, Jadi Langkah Bersejarah Konservasi
Senin, 5 Oktober 2026, 23.07 WITA

Harga Mobil Listrik di Indonesia Per Oktober 2026 Terus Meluas
Senin, 5 Oktober 2026, 23.06 WITA

Hybrid Toyota Harus Pakai BBM Oktan di Atas 90
Senin, 5 Oktober 2026, 23.06 WITA

