Kebakaran di Tebo Tak Ancam Habitat Gajah Sumatra
Kebakaran lahan di Tebo, Jambi, dipastikan tidak mengganggu habitat gajah sumatra karena lokasinya berada di luar kawasan inti TNBT dan jauh dari jalur pergerakan satwa.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 16.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Semambu, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, tidak berdampak pada habitat gajah sumatra meskipun terjadi di dekat jalur pergerakan satwa liar. Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Jambi, Martialias Puspito, menegaskan bahwa posisi gajah masih aman dan berada jauh dari titik api. Kebakaran terjadi sejak Rabu petang di area penggunaan lain (APL), dengan jarak sekitar tiga kilometer dari kawasan inti Taman Nasional Bukit Tigapuluh.
Lokasi kebakaran berada di wilayah penyangga, tepatnya di dekat kawasan yang dikelola oleh perusahaan pemegang hak konsesi PT LAJ dan PT PAL, sehingga tidak termasuk dalam kawasan konservasi utama. Berdasarkan data dari pelacak GPS yang dipasangkan pada lima kelompok gajah betina, pergerakan satwa dilindungi tersebut tetap berada di luar zona terdampak. Monitoring secara berkala dilakukan untuk memastikan tidak ada perubahan arah pergerakan akibat kondisi kebakaran.
Tim gabungan dari BPBD, petugas konservasi, dan perusahaan sedang melakukan upaya pemadaman di lokasi kebakaran. Sementara itu, luas area yang terdampak belum dapat dipastikan secara akurat. Pihak BKSDA Jambi menegaskan bahwa semua aktivitas yang terjadi di lokasi kebakaran berada dalam kategori APL, bukan dalam kawasan konservasi.
Sebelumnya, Kepala BKSDA Jambi, Himawan Sasongko, menyampaikan bahwa dari hasil pemetaan dan studi lapangan, teridentifikasi lima kelompok besar gajah betina di kawasan bentang alam Bukit Tigapuluh. Kelima kelompok ini telah dilengkapi GPS collar untuk memantau pergerakan secara real-time. Berdasarkan estimasi terkini, jumlah populasi gajah sumatra di wilayah tersebut diperkirakan mencapai 120 ekor.
Upaya pemantauan terus dilakukan secara intensif, termasuk koordinasi dengan petugas lapangan untuk menjaga keamanan satwa. BKSDA Jambi juga memperkuat patroli 24 jam guna mencegah perluasan karhutla ke wilayah konservasi. Tujuan utama tetap menjaga keselamatan gajah dan menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan konservasi utama.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


