Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kebakaran di Tebo Tak Ancam Habitat Gajah Sumatra

Kebakaran lahan di Tebo, Jambi, dipastikan tidak mengganggu habitat gajah sumatra karena lokasinya berada di luar kawasan inti TNBT dan jauh dari jalur pergerakan satwa.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 16.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kebakaran di Tebo Tak Ancam Habitat Gajah Sumatra
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Semambu, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, tidak berdampak pada habitat gajah sumatra meskipun terjadi di dekat jalur pergerakan satwa liar. Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Jambi, Martialias Puspito, menegaskan bahwa posisi gajah masih aman dan berada jauh dari titik api. Kebakaran terjadi sejak Rabu petang di area penggunaan lain (APL), dengan jarak sekitar tiga kilometer dari kawasan inti Taman Nasional Bukit Tigapuluh.

Lokasi kebakaran berada di wilayah penyangga, tepatnya di dekat kawasan yang dikelola oleh perusahaan pemegang hak konsesi PT LAJ dan PT PAL, sehingga tidak termasuk dalam kawasan konservasi utama. Berdasarkan data dari pelacak GPS yang dipasangkan pada lima kelompok gajah betina, pergerakan satwa dilindungi tersebut tetap berada di luar zona terdampak. Monitoring secara berkala dilakukan untuk memastikan tidak ada perubahan arah pergerakan akibat kondisi kebakaran.

Tim gabungan dari BPBD, petugas konservasi, dan perusahaan sedang melakukan upaya pemadaman di lokasi kebakaran. Sementara itu, luas area yang terdampak belum dapat dipastikan secara akurat. Pihak BKSDA Jambi menegaskan bahwa semua aktivitas yang terjadi di lokasi kebakaran berada dalam kategori APL, bukan dalam kawasan konservasi.

Sebelumnya, Kepala BKSDA Jambi, Himawan Sasongko, menyampaikan bahwa dari hasil pemetaan dan studi lapangan, teridentifikasi lima kelompok besar gajah betina di kawasan bentang alam Bukit Tigapuluh. Kelima kelompok ini telah dilengkapi GPS collar untuk memantau pergerakan secara real-time. Berdasarkan estimasi terkini, jumlah populasi gajah sumatra di wilayah tersebut diperkirakan mencapai 120 ekor.

Upaya pemantauan terus dilakukan secara intensif, termasuk koordinasi dengan petugas lapangan untuk menjaga keamanan satwa. BKSDA Jambi juga memperkuat patroli 24 jam guna mencegah perluasan karhutla ke wilayah konservasi. Tujuan utama tetap menjaga keselamatan gajah dan menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan konservasi utama.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya