Kebakaran Melanda Cagar Alam Ijen, Api Menyebar di Lereng Gunung
Kebakaran melanda kawasan Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup di lereng Gunung Ijen, dengan api terdeteksi sejak dini hari Kamis (3/9), mengancam ekosistem dan mempersulit upaya pemadaman akibat akses terbatas dan komunikasi terganggu.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 11.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda area konservasi di kawasan Gunung Ijen, tepatnya di Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup, sejak Kamis dini hari (3/9). Api yang pertama kali terpantau sekitar pukul 00.00 WIB tampak jelas dari permukiman warga di lereng gunung, menembus kegelapan malam dengan kobaran yang kontras. Lokasi kebakaran berada di bagian dalam sebelah atas kawasan konservasi, yang merupakan area sensitif dan berpotensi tinggi terhadap kerusakan ekologis jika tidak segera ditangani.
Tim pemadam dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah III Jember telah bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman, namun proses mobilisasi terhambat oleh kondisi medan yang sulit dan minimnya akses jalan. Keterbatasan jaringan komunikasi di wilayah Merapi Ungup-Ungup juga menghambat koordinasi dan pendataan lapangan, sehingga belum bisa dipastikan luasan area yang terdampak maupun jumlah personel yang diterjunkan.
Kepala Bidang KSDA Wilayah III Jember, Purwantono, menyatakan bahwa kondisi musim kemarau menjadi pemicu utama meningkatnya risiko kebakaran. Tumpukan vegetasi dan dedaunan kering yang menumpuk di area dataran tinggi sangat rentan terbakar, terutama saat disertai angin kencang yang dapat mempercepat penyebaran api. Ia menegaskan bahwa upaya pemadaman terus dilakukan, namun keterbatasan infrastruktur dan kondisi alam menjadi tantangan besar.
Pihak KSDA terus memantau perkembangan api dan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia untuk menekan penyebaran. Upaya ini menjadi krusial mengingat Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup merupakan bagian penting dari ekosistem pegunungan yang harus dilindungi dari ancaman kerusakan akibat kebakaran. Penanganan yang cepat dan terkoordinasi menjadi kunci untuk mencegah kerusakan lebih luas dan meminimalkan dampak jangka panjang terhadap kawasan konservasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Program Pengawal Energi 2026 Siap Perkuat Penyaluran BBM di 3.679 SPBU
Pemerintah meluncurkan Program Pengawal Energi 2026 untuk meningkatkan pengawasan distribusi BBM bersubsidi dan penugasan di seluruh Indonesia melalui penempatan petugas berintegritas.
25 Oktober 2026

Data Center Skala Besar Diminta Mandiri Energi dan Air
Proyek data center besar di Indonesia, terutama yang mendukung kecerdasan buatan, diminta membangun sumber energi dan sistem air mandiri untuk menjaga keseimbangan pasokan nasional.
25 Oktober 2026

Gandrung Sewu 2026 Tampilkan Tradisi Bercahaya di Malam Hari
Pertunjukan kolosal Gandrung Sewu 2026 digelar malam hari di Pantai Marina Boom dengan konsep glow in the dark, menggabungkan seni tradisi dan teknologi modern untuk menarik generasi muda.
25 Oktober 2026

Program Pengawal Energi 2026 Diluncurkan untuk Perkuat Pengawasan BBM
Pemerintah resmi meluncurkan Program Pengawal Energi 2026 untuk memperketat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi dan penugasan di 3.679 SPBU melalui pemberdayaan putra-putri daerah.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.59 WITA

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

