Kebudayaan Nasional Dijadikan Motor Ekonomi dan Diplomasi Global
Pemerintah menegaskan kebudayaan bukan beban, melainkan aset strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat posisi diplomasi di kancah internasional.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 16.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 7x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Kebudayaan nasional kini diposisikan sebagai salah satu pilar utama dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan dan diplomasi luar negeri. Dalam kesempatan pembukaan Ideafest 2026 di Jakarta, Menteri Kebudayaan menegaskan bahwa warisan budaya bukan sekadar nilai historis, melainkan potensi ekonomi yang mampu menggerakkan sektor kreatif, pariwisata, dan perdagangan global.
Ia menekankan bahwa kebudayaan harus dipandang sebagai investasi jangka panjang yang memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan nasional. Dengan pendekatan ini, berbagai produk budaya lokal—mulai dari seni pertunjukan, kerajinan tangan, hingga kuliner tradisional—dapat dimanfaatkan sebagai komoditas bernilai tinggi di pasar internasional.
Dalam konteks diplomasi, keberadaan kebudayaan menjadi alat komunikasi yang efektif untuk mempererat hubungan antarnegara. Melalui program pertukaran budaya, festival internasional, dan kolaborasi kreatif lintas negara, bangsa Indonesia diharapkan mampu menunjukkan kekayaan dan keberagamannya secara global.
Tujuan utamanya adalah mengubah persepsi bahwa budaya hanya berfungsi sebagai simbol identitas, bukan sebagai pendorong ekonomi dan pengaruh politik. Dengan transformasi ini, Indonesia ingin memposisikan diri sebagai negara yang tidak hanya menjaga kearifan lokal, tetapi juga mengembangkannya menjadi kekuatan kompetitif di era global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

OJK Tekankan Kewaspadaan dalam Manfaatkan Pembiayaan Digital
OJK imbau masyarakat bijak manfaatkan akses pembiayaan digital dengan tetap mempertimbangkan kemampuan membayar dan pemahaman risiko yang melekat.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, EMA: Tak Ganggu Ketersediaan
Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 juta kaki kubik harian, tetapi otoritas energi Singapura menegaskan ketersediaan pasokan tetap terjaga.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, EMA Jamin Stabilitas Pasokan
Pemerintah Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD, namun otoritas energi Singapura menegaskan pasokan tetap aman berkat cadangan dan diversifikasi sumber.
25 Oktober 2026

Indonesia Kurangi Ekspor Gas ke Singapura untuk Jaga Ketersediaan Dalam Negeri
Pemerintah Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD mulai 24 Oktober 2026 demi menjamin pasokan energi nasional, khususnya untuk sektor kelistrikan.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gubernur Tegaskan Kedisiplinan Waktu Jadi Syarat Utama JRF 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Ribuan Orang Ditahan dalam Aksi Protes Prancis Terkait Biaya Hidup
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Raharjati Raih Medali Perak Panjat Tebing Dunia di Santiago
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Moto2 dan Moto3 Australia Dibatalkan Akibat Cuaca Ekstrem
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Vape Berisiko Sebabkan Cedera Paru dan Penyalahgunaan Narkoba
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Prancis Siap Blokir Media Sosial Jelang Demo Rompi Kuning
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Indonesia Tekankan Konservasi Air Lewat Pengelolaan Daratan Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.26 WITA

GR Garage Ukir Prestasi di Kejurnas ITCR 1200 dan OMR 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.13 WITA

