Kekeringan Hambat Pengiriman Batu Bara via Sungai Kalimantan
Penurunan muka air akibat kemarau mengganggu operasional kapal tongkang, berpotensi menumpuk stok batu bara di tambang dan pelabuhan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 22.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kondisi kemarau yang berkepanjangan mulai menimbulkan dampak serius terhadap logistik batu bara di Kalimantan. Penurunan level air di sejumlah sungai utama menyebabkan kapal tongkang tidak mampu menjangkau area muat secara optimal, mengurangi kapasitas angkut per perjalanan. Hal ini berdampak langsung pada kelancaran distribusi dari lokasi tambang menuju pelabuhan pengiriman.
Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI), Gita Mahyarani, menyampaikan bahwa keterbatasan draft kapal akibat dangkalnya aliran sungai telah menjadi kendala utama. Dalam beberapa titik, kapasitas muatan hanya bisa dipenuhi sebagian karena batas kedalaman air yang tidak memungkinkan kapal berlayar dengan beban penuh. Kondisi ini berlangsung di berbagai wilayah Kalimantan yang menjadi pusat produksi batu bara nasional.
Akibatnya, stok batu bara berpotensi menumpuk di area tambang maupun di fasilitas penyimpanan pelabuhan. Keterlambatan pengiriman ini bersifat sementara, tetapi dapat memicu ketegangan dalam rantai pasokan jika tidak segera ditangani. APBI menegaskan bahwa meskipun kondisi logistik dalam negeri terganggu, hal itu bukan satu-satunya penentu pergerakan harga batu bara di pasar global.
Gita menekankan bahwa dinamika permintaan dan pasokan internasional tetap menjadi faktor dominan dalam menentukan harga komoditas. Meski keterbatasan transportasi bisa memengaruhi sentimen pasar, pengaruhnya bersifat sekunder dibandingkan perubahan besar di level ekonomi global. Upaya penyesuaian operasional dan manajemen stok menjadi kunci untuk menjaga stabilitas distribusi dalam kondisi krisis air.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
ANTAM Perkuat Pengelolaan SDA untuk Kesejahteraan Masyarakat
ANTAM tekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan demi kesejahteraan rakyat di Sulawesi Tenggara.
8 September 2026
Gubernur Sultra Minta Penegak Hukum Periksa Istri Terkait Denda Tambang Nikel di Hutan Lindung
Gubernur Sultra menanggapi denda Rp2,19 triliun terhadap PT TMS dengan menyerahkan penjelasan kepada penegak hukum dan menegaskan tidak menjadi pihak yang berwenang menjawab.
8 September 2026

PTBA Perkuat Diversifikasi, Sasaran 20% Pendapatan dari Hilirisasi
PTBA menargetkan kontribusi pendapatan dari hilirisasi dan diversifikasi produk mencapai 20% dalam empat tahun, didukung proyek gasifikasi dan energi terbarukan.
8 September 2026

Tembaga dan Emas Jadi Pilar Ekonomi Berkelanjutan
Pengelolaan tembaga di Indonesia kini berfokus pada hilirisasi dan integrasi industri, dengan produksi emas dari PMR PTFI mulai mendukung kebutuhan domestik dan memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


