Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kekeringan Hambat Pengiriman Batu Bara via Sungai Kalimantan

Penurunan muka air akibat kemarau mengganggu operasional kapal tongkang, berpotensi menumpuk stok batu bara di tambang dan pelabuhan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 22.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kekeringan Hambat Pengiriman Batu Bara via Sungai Kalimantan
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kondisi kemarau yang berkepanjangan mulai menimbulkan dampak serius terhadap logistik batu bara di Kalimantan. Penurunan level air di sejumlah sungai utama menyebabkan kapal tongkang tidak mampu menjangkau area muat secara optimal, mengurangi kapasitas angkut per perjalanan. Hal ini berdampak langsung pada kelancaran distribusi dari lokasi tambang menuju pelabuhan pengiriman.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI), Gita Mahyarani, menyampaikan bahwa keterbatasan draft kapal akibat dangkalnya aliran sungai telah menjadi kendala utama. Dalam beberapa titik, kapasitas muatan hanya bisa dipenuhi sebagian karena batas kedalaman air yang tidak memungkinkan kapal berlayar dengan beban penuh. Kondisi ini berlangsung di berbagai wilayah Kalimantan yang menjadi pusat produksi batu bara nasional.

Akibatnya, stok batu bara berpotensi menumpuk di area tambang maupun di fasilitas penyimpanan pelabuhan. Keterlambatan pengiriman ini bersifat sementara, tetapi dapat memicu ketegangan dalam rantai pasokan jika tidak segera ditangani. APBI menegaskan bahwa meskipun kondisi logistik dalam negeri terganggu, hal itu bukan satu-satunya penentu pergerakan harga batu bara di pasar global.

Gita menekankan bahwa dinamika permintaan dan pasokan internasional tetap menjadi faktor dominan dalam menentukan harga komoditas. Meski keterbatasan transportasi bisa memengaruhi sentimen pasar, pengaruhnya bersifat sekunder dibandingkan perubahan besar di level ekonomi global. Upaya penyesuaian operasional dan manajemen stok menjadi kunci untuk menjaga stabilitas distribusi dalam kondisi krisis air.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya