Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kemendikdasmen Percepat Pemulihan Pendidikan di NTT Pasca-Gempa

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mempercepat pendataan sekolah terdampak gempa di NTT, menyiapkan tenda darurat, bantuan psikososial, dan dukungan konektivitas untuk menjaga kelangsungan belajar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 14.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kemendikdasmen Percepat Pemulihan Pendidikan di NTT Pasca-Gempa
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kini mempercepat proses pendataan satuan pendidikan yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Upaya ini dilakukan sebagai respons awal untuk memastikan bantuan yang disalurkan tepat sasaran, terutama bagi sekolah yang mengalami kerusakan fisik maupun korban jiwa. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik menjadi prioritas utama dalam setiap langkah pemulihan.

Hingga 16 Agustus, tercatat 253 satuan pendidikan terdampak, mencakup 199 unit jenjang PAUD, TK, SD, SMP, dan SKB, serta 54 satuan jenjang SMA, SMK, dan SLB yang berada di bawah kewenangan provinsi. Kerusakan meliputi bangunan sekolah hingga ruang kelas baru hasil revitalisasi tahun 2026, seperti SDN Wae Wulan dan SDI Lengko Randang. Selain kerusakan struktural, bencana juga menewaskan dua siswa dan satu guru dari lingkungan sekolah.

Tim lapangan dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) dan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) telah diterjunkan ke tujuh kabupaten di Pulau Flores, termasuk Ngada, Nagekeo, Ende, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Sikka. Mereka melakukan asesmen langsung di lapangan untuk verifikasi kondisi sekolah dan menentukan langkah penanganan. Sejalan dengan itu, Kemendikdasmen mengarahkan sekolah untuk menghentikan sementara pembelajaran di ruang yang tidak aman, memindahkan aktivitas ke tempat aman, tenda belajar, atau meliburkan pembelajaran sesuai situasi wilayah.

Sebagai bentuk respons cepat, pemerintah menyiapkan 50 tenda Ruang Kelas Darurat yang didistribusikan melalui dua klaster ekspedisi. Tahap pertama telah mengirim 30 tenda dari penyimpanan di Jakarta dan Yogyakarta menuju Pelabuhan Labuan Bajo. Selain itu, bantuan logistik berupa 1.000 paket Family Kit, 200 paket School Kit umum, dan 2.000 paket School Kit SMA/SMK disiapkan untuk mendukung kebutuhan dasar siswa dan guru di tiga kabupaten utama. Dukungan psikososial juga disediakan melalui kolaborasi dengan HIMPSI, yang akan segera beroperasi setelah tim pendahuluan memberikan konfirmasi lapangan.

Untuk mendukung kelancaran komunikasi dan pembelajaran jarak jauh, Kemendikdasmen menyediakan akses Starlink di wilayah yang mengalami gangguan listrik dan jaringan komunikasi. Tim lintas direktorat terus bergerak ke lapangan untuk mempercepat asesmen, verifikasi kerusakan, serta koordinasi pemulihan layanan pendidikan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menyelaraskan kembali sistem pendidikan secara aman dan berkelanjutan pasca-bencana.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya