Kemenkeu Siapkan Sistem AI Perkuat Pemantauan Pajak Perusahaan
Kemenkeu sedang mengembangkan sistem berbasis kecerdasan buatan untuk menganalisis potensi pajak yang kurang dibayar melalui integrasi data dari National Single Window.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 19.29 WITA·👁 3 orang membaca· 2 hari ini · 6x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Keuangan kini mempercepat pengembangan sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) guna meningkatkan akurasi deteksi potensi pendapatan pajak yang belum terkumpul dari sektor perusahaan. Sistem ini dirancang untuk menganalisis data secara menyeluruh dengan memanfaatkan informasi yang telah terkumpul di Lembaga National Single Window (LNSW), yang sebelumnya belum terintegrasi secara optimal. Tujuannya adalah memperkuat kapasitas analis pajak dalam mengidentifikasi ketidaksesuaian antara aktivitas usaha dan pelaporan pajak yang disampaikan.
Melalui pendekatan berbasis AI, pemerintah berharap mampu mengungkapkan potensi kekurangan pembayaran pajak secara lebih awal dan akurat, terutama pada sektor strategis seperti batu bara. Dengan membandingkan data operasional perusahaan—seperti volume produksi, transaksi, dan pengadaan bahan—dengan laporan SPT yang diserahkan, sistem akan mampu menunjukkan ketidaksesuaian yang mungkin terlewatkan. Proses ini diharapkan bisa dilakukan bahkan untuk periode beberapa tahun ke belakang, memungkinkan audit mendalam terhadap riwayat keuangan perusahaan.
Menkeu menegaskan bahwa sistem ini bukan sekadar alat analisis, melainkan bagian dari upaya intensifikasi pengumpulan pajak dengan pendekatan berbasis data. Dengan kemampuan melacak alur transaksi dari hulu hingga hilir, pemerintah bisa mengidentifikasi perusahaan yang melakukan pembelian dari entitas ilegal atau tidak melaporkan aktivitas secara lengkap. Hal ini menandakan peningkatan kemampuan pemerintah dalam mengejar kebocoran pajak secara proaktif.
Setelah data potensi kekurangan pajak teridentifikasi dan nama perusahaan yang bersangkutan ditemukan, tim pajak akan segera melakukan pengecekan mendalam. Proses ini mencakup verifikasi sumber pembelian, riwayat transaksi, dan kepatuhan administrasi. Jika terbukti belum membayar pajak sesuai kewajiban, perusahaan akan diminta membayar secara langsung. Tujuan utama dari sistem ini adalah menciptakan kepatuhan pajak yang lebih tinggi dan menjamin keadilan dalam sistem perpajakan nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Biaya perbaikan dan suku cadang yang mahal menjadi penyebab premi asuransi mobil listrik lebih tinggi dibanding kendaraan konvensional, sesuai penjelasan dari perusahaan asuransi di tengah penyesuaian tarif.
11 September 2026

Beli iPhone 18 Duo di Luar Negeri? Siapkan Rp66,7 Juta untuk Pajak
Konsumen yang membeli iPhone 18 Duo 2 TB dari AS harus siap membayar bea masuk dan PPN hingga Rp10,5 juta saat masuk ke Indonesia.
11 September 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.570 per Dolar AS
Rupiah dibuka melemah 0,23% ke level Rp17.570/US$ pada awal perdagangan Jumat, dipengaruhi penguatan dolar global dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
11 September 2026

Laba TINS Melonjak 805% di Semester I 2026
PT Timah (Persero) Tbk. mencatat laba bersih Rp2,71 triliun pada semester pertama 2026, naik 805% dibanding periode sama tahun sebelumnya, didorong kenaikan harga dan volume penjualan logam timah.
11 September 2026
Berita Lainnya

Cek Tagihan dan Tarif Listrik PLN via HP, Ini Rincian 2026
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Google Maps Dorong Kolaborasi Lokasi Real-Time Tanpa Batas
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia Siapkan Tim Negosiator Unggul untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2029
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia dan Rusia Perkuat Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Operator Kapal Masih Enggan Angkut Mobil Listrik
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

WEY G9 Hi4 Resmi Hadir, Ancam Dominasi Alphard
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Kapolri Ajak Pengusaha Laporkan Premanisme di Kawasan Industri
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA

GWM Perluas Jaringan Diler ke Kota-Kota Strategis
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA


