Kemenko Pangan Perkuat Penanganan Karhutla di Empat Provinsi Prioritas
Kemenko Pangan kini memimpin koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di empat provinsi melalui mandat Presiden, dengan fokus pada pengelolaan lahan dan kolaborasi lintas sektor.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 21.25 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 62x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Koordinator Bidang Pangan kini menangani penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara intensif di empat provinsi strategis, yaitu Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Papua Selatan, dan Sumatra Selatan. Mandat ini diberikan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2026, yang menekankan pentingnya pendekatan terpadu dalam mengatasi bencana asap akibat kebakaran lahan. Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, serta pelaku usaha pemegang konsesi menjadi kunci keberhasilan program ini.
Di Kalimantan Selatan, upaya penanganan telah berjalan sejak Agustus 2026, melibatkan sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta. Hasilnya, sekitar 3.000 hektare lahan yang berdekatan dengan pusat kota berhasil dikendalikan dari ancaman kebakaran. Secara keseluruhan, sekitar 10.000 hektare lahan telah ditangani, dengan 8.500 hektare melalui pengolahan dan pembalikan tanah, sementara 1.500 hingga 1.600 hektare lainnya dikelola melalui metode perendaman lahan gambut untuk menekan risiko kebakaran mendatang.
Khusus di Kalimantan Tengah, pemerintah telah menetapkan dua lokasi prioritas untuk penanganan bersama. Pertama, wilayah Palangka Raya dengan area terindikasi kebakaran berulang seluas sekitar 39.000 hektare, yang menjadi pusat perhatian karena tingginya jumlah hotspot. Kedua, kawasan lindung gambut di Pulang Pisau yang mencakup luasan hampir 90.000 hingga 93.000 hektare. Kedua lokasi ini akan menjadi fokus pemetaan dan verifikasi lapangan guna menentukan metode penanganan yang sesuai dengan kondisi fisik lahan, drainase, dan aksesibilitas.
Hanif menekankan bahwa kompleksitas penanganan di Kalimantan Tengah lebih tinggi dibandingkan daerah lain karena luasnya kawasan gambut dan tingkat degradasi lahan yang signifikan. Menurutnya, akar masalah karhutla bukan hanya pada api, tetapi pada kerusakan ekosistem lahan yang telah berlangsung lama. Oleh karena itu, pendekatan yang diterapkan harus menyelaraskan kondisi lokal, sistem drainase, serta ketersediaan sumber air. Ia menegaskan bahwa penanganan harus dilakukan secara sistemik, dengan melibatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Menteri Koordinator Bidang Hukum dan Keamanan, sesuai arahan Presiden.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Pemerintah membangun 66 unit hunian tetap di dua lokasi di Lhokseumawe untuk memulihkan tempat tinggal warga terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.
24 Oktober 2026

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

