Kemenperin Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,72 T untuk Penguatan Industri 2027
Kementerian Perindustrian mengusulkan tambahan anggaran Rp1,72 triliun untuk menunjang program prioritas industri nasional di tengah penurunan pagu tahunan.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 13.37 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Perindustrian menyampaikan kebutuhan anggaran tambahan sebesar Rp1,72 triliun dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKAKL) tahun 2027. Usulan ini disampaikan menyusul tren penurunan alokasi dana yang berkelanjutan, dengan pagu anggaran tahun 2027 diproyeksikan sebesar Rp2,01 triliun, turun signifikan dari Rp2,50 triliun pada 2026 dan jauh lebih rendah dibandingkan Rp4,53 triliun di 2023.
Kondisi ini dinilai menghambat implementasi program strategis yang mendukung penguatan industri nasional. Menteri Perindustrian menegaskan bahwa beban operasional dasar, terutama belanja pegawai dan kebutuhan operasional rutin, terus meningkat, sehingga menyempitkan ruang anggaran untuk kegiatan non-operasional seperti pengembangan teknologi dan pelatihan SDM industri.
Struktur pendanaan 2027 terdiri dari rupiah murni sebesar Rp1,58 triliun, PNBP Rp79,54 miliar, BLU Rp315,69 miliar, serta SBSN sebesar Rp34,63 miliar. Meski beragam sumber, jumlah tersebut dinilai belum cukup untuk menopang eksekusi program utama yang mencakup hilirisasi sumber daya alam, penguatan industri kecil, pengembangan industri prioritas, serta peningkatan produktivitas melalui inovasi teknologi.
Dengan target pertumbuhan manufaktur yang harus melampaui pertumbuhan ekonomi nasional, Kemenperin menekankan pentingnya dukungan anggaran yang memadai. Dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, disampaikan bahwa alokasi saat ini masih belum ideal, sehingga perlu penyesuaian melalui penambahan anggaran untuk menjaga momentum transformasi industri.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Survei IPO menempatkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di posisi lima besar kinerja menteri Kabinet Merah Putih, dengan 12 persen responden menilai kinerjanya baik.
25 Oktober 2026

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Kegiatan Kumitra Jambore 2026 di Banjarmasin bertujuan memperluas akses pasar dan mengintegrasikan pelaku UMKM Kalimantan Selatan ke dalam rantai pasok nasional.
25 Oktober 2026

Penundaan Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang Hingga 2028
Pemerintah memperpanjang tenggat waktu sertifikasi halal bagi UMKM hingga 2028 menyusul belum tercapainya target dan berbagai kendala operasional dari pelaku usaha.
25 Oktober 2026

Gandrung Sewu 2026 Dorong Peningkatan Ekonomi Lokal
Gelaran budaya kolosal Gandrung Sewu 2026 dengan konsep malam hari berhasil tingkatkan okupansi akomodasi dan kunjungan wisatawan di Banyuwangi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

