Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kenali Ciri Busi Asli untuk Hindari Kerusakan Mesin

Pemilik sepeda motor di Indonesia perlu waspada terhadap busi palsu yang beredar luas akibat harga asli yang tinggi, dengan cara mengenali ciri-ciri keaslian melalui detail teknis seperti cetakan kode, ulir, warna keramik, dan kualitas bahan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 19.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Kenali Ciri Busi Asli untuk Hindari Kerusakan Mesin📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Peningkatan jumlah kendaraan roda dua di Tanah Air telah menjadi peluang bagi oknum untuk memproduksi dan menyebarkan busi tiruan dengan tujuan mengeksploitasi selisih harga. Produk palsu ini sering kali menawarkan harga lebih murah dibandingkan busi original, namun berisiko merusak performa mesin dan mengancam keselamatan pengendara. Karena itu, penting bagi konsumen untuk mampu mengenali perbedaan antara busi asli dan tiruan sebelum melakukan pembelian.

Salah satu ciri utama busi original adalah cetakan kode produksi yang tajam, rapi, dan simetris. Sebaliknya, busi palsu umumnya menampilkan cetakan yang kabur, tidak beraturan, atau terkesan dibuat secara asal-asalan. Selain itu, ulir (drat) pada busi asli memiliki presisi tinggi, terasa halus saat disentuh, dan konsisten dari satu unit ke unit lain. Sementara pada produk tiruan, ulir sering kali tidak rata atau terlihat cacat.

Warna keramik isolator pada busi asli cenderung tidak terlalu putih terang, melainkan memiliki nuansa yang alami dan tidak mengkilap berlebihan. Busi palsu justru kerap menampilkan warna keramik yang terlalu putih cerah, menciptakan kesan tidak alami. Material shell pada busi asli juga menggunakan baja berkualitas yang tahan terhadap korosi, sehingga tidak menunjukkan tanda karat meski baru dibuka dari kemasan. Sebaliknya, busi tiruan sering kali sudah menunjukkan bintik-bintik karat bahkan sebelum digunakan.

Presisi elektroda pada busi asli sangat tinggi, dengan posisi yang stabil dan jarak percikan api yang konsisten. Pada produk palsu, elektroda sering kali miring, tidak sejajar, atau memiliki celah kasar yang dapat mengganggu proses pembakaran. Gasket busi asli juga memiliki permukaan halus dan terpasang sangat kuat, sehingga sulit dilepas meski diputar. Di sisi lain, gasket pada busi tiruan umumnya memiliki bekas potongan kasar dan mudah lepas dari badan busi.

Untuk menjaga kinerja mesin dan mencegah kerusakan, disarankan agar pemilik kendaraan melakukan pembelian dan perawatan onderdil di bengkel resmi. Langkah ini tidak hanya menjamin keaslian produk, tetapi juga memperpanjang usia pakai mesin dan mengurangi risiko kegagalan saat berkendara.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya