Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kepala BI Banten Baru Diberi Tugas Perkuat Sinergi dan Stabilitas Ekonomi

Deputi Gubernur BI menekankan pentingnya perkuat peran strategis BI sebagai mitra pemerintah daerah untuk jaga pertumbuhan ekonomi Banten yang tumbuh di atas rata-rata nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 22.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Kepala BI Banten Baru Diberi Tugas Perkuat Sinergi dan Stabilitas Ekonomi
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Deputi Gubernur Bank Indonesia menegaskan kepada Kepala Perwakilan BI Banten yang baru, Sofwan Kurnia, agar terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi wilayah. Dalam kunjungan kerja ke Serang, ia menekankan bahwa transisi kepemimpinan merupakan bagian dari upaya menjaga kelangsungan organisasi dengan menghadirkan gagasan segar dan energi baru untuk menghadapi tantangan ekonomi mendatang.

Pesan utama yang disampaikan adalah memastikan program yang telah berjalan efektif terus diperkuat, sambil membuka ruang bagi inovasi kebijakan yang responsif terhadap dinamika lokal. Thomas A.M. Djiwandono menekankan peran BI sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan, terutama dalam konteks kebijakan nasional yang sedang berjalan.

Kinerja ekonomi Banten pada Triwulan II 2026 mencatat pertumbuhan 5,49 persen, melampaui angka nasional sebesar 5,29 persen. Angka ini menjadi dasar bagi harapan untuk memperkuat posisi Banten sebagai pusat industri dan investasi, khususnya dalam aglomerasi Jabodetabek. Untuk itu, diperlukan peningkatan kualitas asesmen ekonomi daerah guna mendukung kebijakan yang lebih akurat dan berbasis data.

Sofwan Kurnia resmi menggantikan Ameriza M. Moesa yang menjabat sejak Februari 2024 hingga Juni 2026. Transisi ini diharapkan mampu memperkuat kontribusi Banten terhadap stabilitas perekonomian nasional melalui sinergi yang lebih solid antara BI dan lembaga pemerintah daerah. Fokus utama tetap pada pengelolaan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya