Kepercayaan Publik Harus Dibangun dari Manfaat Nyata
Pemerintah menekankan bahwa keberhasilan program unggulan harus diikuti manfaat langsung yang dirasakan masyarakat untuk menjaga kepercayaan publik.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 15.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 61x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tidak hanya dibentuk dari pencapaian target kebijakan, tetapi juga dari pengalaman nyata yang dirasakan warga dalam keseharian. Hal ini disampaikan oleh Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah RI, yang menegaskan bahwa kinerja pemerintah harus dinilai dari dua aspek utama: efektivitas kebijakan dan dampak langsung terhadap kehidupan rakyat.
Pencapaian seperti swasembada pangan atau peningkatan investasi, meski menunjukkan hasil positif secara kuantitatif, belum cukup jika tidak disertai akses yang mudah dan harga yang terjangkau bagi masyarakat umum. Dalam konteks ini, manfaat ekonomi harus merata, termasuk dalam bentuk lapangan kerja yang sesuai dengan kompetensi tenaga kerja lulusan perguruan tinggi.
Pembangunan infrastruktur pendidikan dan kesehatan juga harus diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan. Tanpa perbaikan dalam pelayanan, fasilitas yang dibangun tetap akan kurang bermakna bagi masyarakat. Kualitas pelayanan menjadi penentu utama apakah kebijakan benar-benar membawa perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kerangka ekonomi kelembagaan, kepercayaan publik dilihat sebagai modal sosial yang strategis. Ia mampu menurunkan biaya transaksi, mendorong partisipasi warga, dan memperkuat pelaksanaan kebijakan. Untuk itu, pemerintah terus mendorong transparansi, komunikasi terbuka, serta sistem evaluasi yang berkelanjutan. Kritik publik dilihat sebagai masukan konstruktif, bukan sekadar penilaian negatif.
Peningkatan ekspektasi masyarakat harus direspons dengan konsistensi dalam pelaksanaan kebijakan dan pemerataan manfaat. Keberhasilan yang diumumkan tidak cukup untuk mempertahankan kepercayaan; yang utama adalah kehadiran manfaat nyata yang dirasakan secara konsisten oleh seluruh lapisan masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Pemerintah membangun 66 unit hunian tetap di dua lokasi di Lhokseumawe untuk memulihkan tempat tinggal warga terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.
24 Oktober 2026

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

