Ketegangan Kekuasaan di Lingkaran Terdalam Soeharto
Persaingan antara Aspri Presiden dan Pangkopkamtib pada 1970-an menggambarkan dinamika internal kekuasaan Orde Baru yang kompleks dan penuh tekanan.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 11.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pada awal era Orde Baru, dinamika kekuasaan di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto dipengaruhi oleh interaksi rumit antara tokoh-tokoh dekat yang memiliki akses langsung ke pucuk pimpinan. Dua figuran utama yang menonjol adalah Ali Moertopo, sebagai Asisten Pribadi Presiden, dan Jenderal Soemitro, yang menjabat sebagai Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib). Meski sama-sama dipercaya oleh Soeharto, keduanya mengendalikan ranah yang berbeda—Ali Moertopo melalui operasi intelijen rahasia bernama Opsus, sementara Soemitro mengelola keamanan nasional secara formal.
Keberadaan Opsus yang beroperasi sejak 1968 memberikan Ali Moertopo pengaruh besar dalam menangani ancaman politik melalui metode nonkonvensional. Sementara Soemitro, yang menjabat sejak 1971, menilai Opsus menimbulkan tumpang tindih fungsi dengan lembaga intelijen resmi lainnya seperti BAKIN dan Intel Kopkamtib. Dalam catatan pribadinya, Soemitro menyatakan kekhawatiran terhadap kemungkinan konflik kepentingan dan ketegangan yang tidak perlu akibat overlapping wilayah kerja. Ia menilai eksistensi Opsus berpotensi mengganggu konsistensi sistem keamanan nasional.
Di sisi lain, lingkaran sekitar Ali Moertopo melihat Soemitro mulai melampaui kewenangannya formal. Ia kerap terlibat dalam koordinasi harian pemerintahan dan bahkan memanggil para menteri ke kantornya, yang menimbulkan kecurigaan bahwa perannya meluas ke ranah administratif. Perbedaan pendekatan ini menciptakan ketegangan yang terus memburuk, hingga mencapai titik kritis dengan adanya pengamanan khusus di sekitar kediaman Ali Moertopo dan pelaporan langsung kepada presiden.
Presiden Soeharto akhirnya mengambil langkah mediasi dengan memanggil para perwira tinggi pada akhir 1973. Dalam pertemuan itu, ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas pemerintahan melalui jalur konstitusional dan mencegah konsentrasi kekuasaan. Ketegangan baru terpecahkan setelah peristiwa Malari pada Januari 1974, yang menggugah evaluasi menyeluruh terhadap keamanan nasional. Soemitro kemudian memilih mengundurkan diri dari jabatan Pangkopkamtib. Sebelumnya, ia sempat berdialog langsung dengan Ali Moertopo untuk meredakan ketegangan.
Setelah insiden tersebut, Soeharto melakukan restrukturisasi besar-besaran. Struktur Asisten Pribadi dibubarkan, Ali Moertopo dipindahkan ke BAKIN, dan posisi strategis di lingkaran kepresidenan didistribusikan kembali. Langkah ini menandai upaya sistematis untuk menghindari dominasi satu kelompok dan menciptakan keseimbangan kekuasaan di tingkat tertinggi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026

7-10 Oktober 2026, Pameran Kesehatan Terbesar di Asia Tenggara Hadirkan Inovasi Berbasis AI
Hospital Expo 2026 di BSD City akan menampilkan lebih dari 600 peserta dengan teknologi kesehatan canggih berbasis kecerdasan buatan, termasuk alat bedah robotik dan deteksi risiko penyakit melalui analisis retina.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


