Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kijang Tewas Terbakar, Macan Tutul Hilang Jejak di TNBTS

Kebakaran hutan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menyebabkan kematian kijang dan temuan tengkorak satwa, sementara jejak macan tutul mengindikasikan migrasi untuk menyelamatkan diri.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 17.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kijang Tewas Terbakar, Macan Tutul Hilang Jejak di TNBTS
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Lumajang, telah menewaskan satu ekor kijang yang ditemukan dalam kondisi hangus terbakar. Temuan ini merupakan bagian dari dampak serius dari kebakaran yang melanda wilayah konservasi tersebut. Selain kijang, petugas juga menemukan tengkorak satwa lain yang diduga menjadi korban kobaran api yang melanda area kritis.

Dari hasil pengamatan lapangan, jejak macan tutul ditemukan di lokasi yang terdampak kebakaran, menandakan kemungkinan satwa dilindungi itu masih hidup dan telah meninggalkan kawasan terbakar. Jejak tersebut dianggap sebagai bukti bahwa satwa predator tersebut berhasil melarikan diri menuju wilayah yang lebih aman. Upaya pemantauan terus dilakukan untuk memastikan pergerakan dan keberlangsungan hidup satwa langka tersebut.

Selain macan tutul, sejumlah spesies lain juga teramati berpindah ke hutan yang belum terdampak. Babi hutan dan berbagai jenis burung tercatat bergerak keluar dari area terbakar, menunjukkan respons ekologis terhadap ancaman kebakaran. Perpindahan ini menjadi indikasi penting tentang keterancaman habitat alami dan kebutuhan perlindungan ekosistem yang lebih intensif.

Kini, empat titik api masih aktif di wilayah TNBTS, termasuk di kawasan Ayek-Ayek dan Kalimati. Asap tebal masih membubung dari lokasi kebakaran, menghambat upaya penanganan darurat. Tim gabungan terus berupaya menekan api, namun menghadapi tantangan besar berupa vegetasi kering akibat musim kemarau, medan yang curam, serta jarak sumber air yang jauh.

Kepala BPBD Lumajang menegaskan bahwa pemadaman belum merata karena kondisi geografis dan ketersediaan sumber daya yang terbatas. Meskipun demikian, upaya pemantauan satwa liar tetap menjadi prioritas, guna memastikan tidak ada korban tambahan dan mendukung pemulihan ekosistem pasca bencana.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya