Sabtu, 19 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

KMP Virgo Transport 8 Tergelincir di Laut Jawa, 129 Orang Masih Hilang

KMP Virgo Transport 8 yang berlayar dari Surabaya ke Banjarmasin mengalami kecelakaan akibat cuaca buruk, ditemukan terbalik dengan 243 orang di dalamnya, 108 berhasil diselamatkan, 6 tewas, dan 129 lainnya masih dalam pencarian.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 19 September 2026, 14.44 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
KMP Virgo Transport 8 Tergelincir di Laut Jawa, 129 Orang Masih Hilang📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - KMP Virgo Transport 8, kapal penyeberangan berbendera Indonesia, mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa pada Minggu, 13 September 2026, saat menempuh rute dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal yang berangkat pada Sabtu, 12 September pukul 10.13 GMT itu membawa total 243 jiwa, terdiri atas 213 penumpang dan 30 awak, serta mengangkut 89 kendaraan. Perjalanan berlangsung normal hingga malam hari, namun kondisi cuaca memburuk, memicu kekhawatiran serius dari awak kapal.

Pada pukul 02.00 WITA, nakhoda melaporkan kapal mengalami kemiringan parah, menjadi komunikasi terakhir sebelum kontak dengan kapal putus. Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin baru menerima laporan resmi sekitar pukul 04.10 WITA dari General Manager PT Virgo, Yoel Rihi. Sejumlah unsur keamanan laut, termasuk TNI AL, Polair, KSOP, dan instansi terkait, langsung mengerahkan tim SAR gabungan, termasuk kapal SAR Laksmana 241 dan helikopter, untuk mencari lokasi kapal yang hilang.

Dalam upaya pencarian, KMP Virgo Transport 8 ditemukan dalam kondisi terbalik di permukaan laut, sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin. Sebagian badan kapal masih berada dalam air, menandakan kemungkinan besar kapal mengalami kegagalan struktural atau kehilangan stabilitas akibat gelombang tinggi. Operasi penyelamatan melibatkan 622 personel dan 12 kapal, termasuk kapal tanker Pertamina yang berhasil menyelamatkan 16 korban. Hingga Senin, 14 September, sebanyak 108 orang berhasil dievakuasi, sementara 6 lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Kapal yang dibangun di Jepang pada tahun 1987 ini telah lama beroperasi dalam pelayaran antarpulau di wilayah Indonesia. Meskipun usia kapal menjadi pertimbangan dalam investigasi, pihak berwenang menegaskan bahwa penyebab kecelakaan belum dapat dipastikan hingga hasil penyelidikan resmi selesai. Fokus utama saat ini tetap pada pencarian 129 korban yang belum ditemukan, serta identifikasi dan penanganan korban yang selamat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya