KNEKS dan Kemenlu Perkuat Literasi Ekonomi Syariah di Kalangan Diaspora
Kolaborasi KNEKS dengan Kemenlu fokus memperluas akses literasi ekonomi syariah melalui jaringan diaspora di berbagai negara.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 11.30 WITA·👁 4 orang membaca· 4 hari ini · 8x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) memperluas inisiatif literasi ekonomi syariah dengan menjalin kerja sama strategis bersama Kementerian Luar Negeri. Pertemuan antara Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS Sutan Emir Hidayat dan Direktur Urusan Diaspora Kemenlu Devdy Risa menjadi langkah konkret dalam memperkuat jaringan komunitas diaspora Indonesia di tingkat global. Fokus utama kolaborasi ini adalah memanfaatkan jaringan lintas negara untuk menyebarkan pemahaman tentang ekonomi dan keuangan syariah.
Kemenlu turut mendukung melalui fasilitasi data terpadu mengenai diaspora Indonesia serta jembatan komunikasi dengan dua jaringan global, yakni Indonesian Diaspora Network Global dan Indonesian Diaspora Network United. Dengan akses ini, KNEKS dapat lebih efektif menyelenggarakan kegiatan edukatif seperti sesi berbagi pengalaman dan diskusi terbuka yang relevan dengan kebutuhan komunitas di luar negeri.
Sebelumnya, KNEKS telah menjalankan program serupa di Korea Selatan dengan dukungan KBRI Seoul. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sekitar 65 persen peserta dari kalangan diaspora yang terlibat dalam kegiatan tersebut berhasil terintegrasi ke dalam layanan keuangan syariah. Integrasi ini terjadi melalui pembukaan rekening tabungan, tabungan emas, tabungan haji, hingga investasi pada produk keuangan syariah.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya sistemik KNEKS untuk menumbuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat Indonesia di luar negeri dalam ekosistem keuangan berbasis prinsip syariah. Dengan pendekatan berbasis jaringan dan pendidikan, program ini diharapkan mampu meningkatkan inklusi keuangan sekaligus memperkuat identitas ekonomi nasional di kancah global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Biaya perbaikan dan suku cadang yang mahal menjadi penyebab premi asuransi mobil listrik lebih tinggi dibanding kendaraan konvensional, sesuai penjelasan dari perusahaan asuransi di tengah penyesuaian tarif.
11 September 2026

Beli iPhone 18 Duo di Luar Negeri? Siapkan Rp66,7 Juta untuk Pajak
Konsumen yang membeli iPhone 18 Duo 2 TB dari AS harus siap membayar bea masuk dan PPN hingga Rp10,5 juta saat masuk ke Indonesia.
11 September 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.570 per Dolar AS
Rupiah dibuka melemah 0,23% ke level Rp17.570/US$ pada awal perdagangan Jumat, dipengaruhi penguatan dolar global dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
11 September 2026

Laba TINS Melonjak 805% di Semester I 2026
PT Timah (Persero) Tbk. mencatat laba bersih Rp2,71 triliun pada semester pertama 2026, naik 805% dibanding periode sama tahun sebelumnya, didorong kenaikan harga dan volume penjualan logam timah.
11 September 2026
Berita Lainnya

Cek Tagihan dan Tarif Listrik PLN via HP, Ini Rincian 2026
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Google Maps Dorong Kolaborasi Lokasi Real-Time Tanpa Batas
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia Siapkan Tim Negosiator Unggul untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2029
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia dan Rusia Perkuat Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Operator Kapal Masih Enggan Angkut Mobil Listrik
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

WEY G9 Hi4 Resmi Hadir, Ancam Dominasi Alphard
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Kapolri Ajak Pengusaha Laporkan Premanisme di Kawasan Industri
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA

GWM Perluas Jaringan Diler ke Kota-Kota Strategis
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA


