Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

KOHALOCK: Teknologi Blockchain Bantu Lindungi Integritas Aparat Desa

Mahasiswa UHO kembangkan KOHALOCK, inovasi berbasis blockchain yang menggabungkan budaya Kohanu dengan teknologi untuk cegah korupsi dana desa secara transparan dan akuntabel.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 15.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
KOHALOCK: Teknologi Blockchain Bantu Lindungi Integritas Aparat Desa
Foto: MediaKendari

Kendari, ıNarasikita - Sejumlah mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) berhasil menciptakan KOHALOCK, sebuah sistem berbasis blockchain yang dirancang untuk memperkuat transparansi dalam pengelolaan dana desa di Sulawesi Tenggara. Inovasi ini muncul dari riset Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan fokus pada pendekatan digital yang mengintegrasikan nilai budaya lokal, khususnya Kohanu—nilai malu yang menjadi fondasi kontrol sosial dalam masyarakat Tolaki.

KOHANU, yang selama ini berfungsi sebagai mekanisme moral dalam masyarakat, kini dihadapkan pada tantangan baru akibat perkembangan media digital. Fenomena “No Viral, No Justice” menyebabkan isu dugaan penyalahgunaan anggaran tersebar luas tanpa verifikasi, berpotensi merugikan aparatur desa yang belum terbukti bersalah secara hukum. KOHALOCK hadir sebagai solusi yang menyeimbangkan kebutuhan transparansi publik dengan perlindungan terhadap integritas individu.

Sistem KOHALOCK memanfaatkan smart contract dan akuntansi forensik untuk mencatat setiap transaksi dana desa secara permanen, tidak dapat diubah (immutable), dan dapat ditelusuri secara digital. Dengan demikian, setiap aktivitas keuangan memiliki jejak yang jelas, memungkinkan audit lebih efisien dan membantu menyediakan bukti digital objektif saat terjadi dugaan penyimpangan. Pendekatan ini berupaya memperkuat nilai Kohanu dari sekadar rasa malu menjadi alat perlindungan berbasis teknologi yang lebih tegas dan akurat.

Para peneliti menilai KOHALOCK bukan hanya alat pencegahan korupsi, tetapi juga bentuk inovasi kearifan lokal yang relevan dengan zaman digital. Dengan menggabungkan budaya setempat dan teknologi mutakhir, inovasi ini diharapkan menjadi model alternatif dalam penguatan tata kelola desa yang berintegritas. Hasil riset ini juga menjadi kontribusi nyata dari mahasiswa UHO dalam membangun sistem pemerintahan desa yang lebih transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya