KOHALOCK: Teknologi Blockchain Bantu Lindungi Integritas Aparat Desa
Mahasiswa UHO kembangkan KOHALOCK, inovasi berbasis blockchain yang menggabungkan budaya Kohanu dengan teknologi untuk cegah korupsi dana desa secara transparan dan akuntabel.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 15.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Sejumlah mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) berhasil menciptakan KOHALOCK, sebuah sistem berbasis blockchain yang dirancang untuk memperkuat transparansi dalam pengelolaan dana desa di Sulawesi Tenggara. Inovasi ini muncul dari riset Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan fokus pada pendekatan digital yang mengintegrasikan nilai budaya lokal, khususnya Kohanu—nilai malu yang menjadi fondasi kontrol sosial dalam masyarakat Tolaki.
KOHANU, yang selama ini berfungsi sebagai mekanisme moral dalam masyarakat, kini dihadapkan pada tantangan baru akibat perkembangan media digital. Fenomena “No Viral, No Justice” menyebabkan isu dugaan penyalahgunaan anggaran tersebar luas tanpa verifikasi, berpotensi merugikan aparatur desa yang belum terbukti bersalah secara hukum. KOHALOCK hadir sebagai solusi yang menyeimbangkan kebutuhan transparansi publik dengan perlindungan terhadap integritas individu.
Sistem KOHALOCK memanfaatkan smart contract dan akuntansi forensik untuk mencatat setiap transaksi dana desa secara permanen, tidak dapat diubah (immutable), dan dapat ditelusuri secara digital. Dengan demikian, setiap aktivitas keuangan memiliki jejak yang jelas, memungkinkan audit lebih efisien dan membantu menyediakan bukti digital objektif saat terjadi dugaan penyimpangan. Pendekatan ini berupaya memperkuat nilai Kohanu dari sekadar rasa malu menjadi alat perlindungan berbasis teknologi yang lebih tegas dan akurat.
Para peneliti menilai KOHALOCK bukan hanya alat pencegahan korupsi, tetapi juga bentuk inovasi kearifan lokal yang relevan dengan zaman digital. Dengan menggabungkan budaya setempat dan teknologi mutakhir, inovasi ini diharapkan menjadi model alternatif dalam penguatan tata kelola desa yang berintegritas. Hasil riset ini juga menjadi kontribusi nyata dari mahasiswa UHO dalam membangun sistem pemerintahan desa yang lebih transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kebakaran Landa Dua Rumah di Wakontu Akibat Kompor Tak Dimatikan
Kebakaran hebat terjadi di Desa Wakontu, Muna Barat, menyebabkan dua rumah hangus karena kompor gas ditinggalkan menyala setelah memasak.
8 September 2026

Kejati Sultra Periksa Aktivitas Tambang di Pulau Pulau
Kejati Sultra menyatakan akan memverifikasi laporan aktivitas tambang nikel di Pulau Pulau, termasuk Pulau Wowoni, sebelum menentukan langkah hukum.
8 September 2026

Pencegahan Kerusakan Smartphone Akibat Abu Vulkanik
Pengguna perangkat elektronik diminta segera membersihkan smartphone setelah terpapar abu vulkanik untuk mencegah kerusakan permanen akibat partikel tajam dan risiko korsleting.
8 September 2026

Rektor Lantik 16 Pejabat Fungsional di UIN Kendari
Rektor Universitas Islam Negeri Kendari melantik 16 pejabat fungsional dengan tujuan memperkuat tata kelola dan pelayanan akademik di lingkungan kampus.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


