Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kolaborasi Indonesia-Tiongkok Perkuat Ekosistem Kreatif Global

Kerja sama strategis antara Indonesia dan Tiongkok di sektor ekonomi kreatif bertujuan memperluas akses talenta dan kekayaan intelektual ke pasar global melalui pengembangan konten, sertifikasi, dan distribusi internasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 13.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kolaborasi Indonesia-Tiongkok Perkuat Ekosistem Kreatif Global
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menegaskan pentingnya memperkuat sinergi dengan Tiongkok untuk membuka peluang ekspansi global bagi talenta dan kekayaan intelektual kreatif Indonesia. Melalui kemitraan dengan PT Panda Investama Semesta, fokus utama diletakkan pada penguatan kapasitas kreator, produksi konten berbasis inovasi, serta akses pasar internasional, bukan sekadar pertukaran teknologi. Tujuannya adalah menjadikan kreator lokal sebagai pemain utama dalam ekosistem kreatif global, bukan hanya sebagai pelaksana.

Pendekatan kolaboratif mencakup tiga pilar strategis: internasionalisasi talenta dan IP, pengembangan konten berbasis kecerdasan buatan (AI), serta pembangunan ekosistem esports. Irene menekankan perlunya pemetaan kebutuhan pasar yang spesifik agar proses pencocokan talenta dengan mitra internasional berjalan efektif. Kejelasan kriteria kompetensi, dari sisi teknis hingga budaya, menjadi fondasi penting agar kerja sama tidak hanya bersifat formal, tetapi juga berdampak nyata.

Dalam konteks perkembangan AI yang pesat, Irene menekankan bahwa teknologi harus menjadi alat bantu, bukan pengganti identitas kreator. Perlindungan terhadap hak cipta, wajah, suara, dan keaslian karya harus menjadi bagian integral dari setiap kesepakatan. Upaya ini dimaksudkan untuk mencegah eksploitasi dan memastikan kreator Indonesia tetap memiliki kendali atas karya mereka meski berkolaborasi secara global.

Tiongkok dipandang sebagai pintu masuk strategis ke pasar internasional, terutama bagi talenta kreatif dari Asia Tenggara. Pengalaman sejumlah kreator yang telah terlibat dalam proyek hiburan di Tiongkok menunjukkan peningkatan eksposur, basis penggemar, dan penguatan merek IP. Namun, keberhasilan ekspansi dipastikan bergantung pada manajemen talenta yang profesional, strategi pemasaran yang tepat, serta kemitraan industri yang kompeten.

Produser Walker menyampaikan harapan agar Indonesia menjadi pusat produksi dan distribusi konten kreatif global, dengan Tiongkok sebagai akselerator utama. Kolaborasi juga mencakup pembentukan pusat sertifikasi, pelatihan produksi konten, serta infrastruktur distribusi internasional. Kemenekraf kini mempersiapkan tim teknis untuk menerjemahkan kesepakatan ini ke dalam program konkret yang dapat diukur dan segera direalisasikan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya