Komisi IX Setujui Tambahan Anggaran Rp500 Miliar untuk Alat Kontrasepsi
Komisi IX DPR RI menyetujui usulan tambahan anggaran Rp500 miliar untuk pengadaan alat kontrasepsi tahun 2027 guna mendukung program perencanaan keluarga dan pengendalian kependudukan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 23.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Komisi IX DPR RI resmi menyetujui usulan penambahan anggaran sebesar Rp500 miliar untuk pengadaan alat kontrasepsi pada tahun anggaran 2027. Keputusan ini diambil dalam rapat kerja bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN RI di kompleks parlemen Jakarta. Penambahan anggaran ini dimaksudkan untuk memperkuat akses masyarakat terhadap alat kontrasepsi secara merata, terutama di daerah terpencil dan berisiko tinggi terhadap kehamilan tidak diinginkan.
Dalam rapat, Wakil Ketua Komisi IX Charles Honoris menegaskan pentingnya kebijakan pengendalian kependudukan yang responsif terhadap dinamika ekonomi modern. Ia menyoroti bahwa bonus demografi—keuntungan dari jumlah penduduk usia produktif yang besar—tidak otomatis berubah menjadi keunggulan jika tidak diimbangi dengan lapangan kerja yang memadai. Kemajuan teknologi dan otomatisasi, termasuk penerapan kecerdasan buatan, telah mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja kasar, sehingga kebijakan pemerintah harus lebih strategis dan berbasis data.
Anggaran awal untuk pengadaan alat kontrasepsi yang disetujui dalam APBN 2027 hanya sebesar Rp350 miliar, yang dinilai kurang memadai oleh sejumlah anggota Komisi IX. Wakil Ketua Komisi IX Yahya Zaini menyampaikan bahwa alokasi ideal seharusnya berkisar antara Rp800 miliar hingga Rp1 triliun, mengingat tingginya kebutuhan masyarakat dan tantangan stunting yang masih menjadi isu nasional. Ia menekankan bahwa anggaran yang terbatas berdampak langsung pada efektivitas program sosialisasi dan distribusi.
Wakil Ketua Komisi IX Nihayatul Wafiroh mendukung penambahan anggaran tersebut dengan alasan krusial: pada tahun 2026, tidak ada anggaran khusus untuk alat kontrasepsi, sementara jumlah kehamilan tidak diinginkan tetap tinggi. Ia menekankan bahwa perencanaan keluarga merupakan bagian penting dari upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan alat kontrasepsi yang tersedia secara luas, masyarakat dapat lebih mandiri dalam mengatur keluarga, sejalan dengan kampanye "dua anak cukup, lebih sehat".
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Pusat dan DKI Diminta Pertemuan soal Obligasi Daerah
DPR mendesak Pemprov DKI Jakarta dan pemerintah pusat menyelesaikan perbedaan pandangan terkait rencana penerbitan obligasi senilai Rp5,6 triliun melalui pertemuan berbasis data dan aturan.
14 September 2026

Bos Konsultan Tambang Diduga Kelabui Pajak Rp38,4 Miliar
Direktur utama perusahaan konsultan pertambangan ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menghindari pembayaran PPN senilai Rp38,4 miliar dan menyebabkan kerugian negara lebih dari Rp3 miliar.
14 September 2026

Tuan Tanah Belanda Kuasai Matraman 41 Tahun
Seorang warga Belanda, J.M.L. Bohl, menguasai lahan Matraman seluas 400 hektare selama 41 tahun sejak 1879 hingga 1920, sebelum meninggal dunia di usia 72 tahun.
14 September 2026

IHSG Diproyeksi Tekanan Jual Lanjutkan Koreksi
Indeks saham diprediksi melemah awal pekan ini dengan kisaran 6.370 hingga 6.705, didorong tekanan jual dan potensi koreksi lebih lanjut.
14 September 2026
Berita Lainnya
iPhone 17 Pro dan 18 Pro: Perbandingan Kinerja, Kamera, dan Harga
Senin, 14 September 2026, 11.20 WITA
Harga Minyak Dunia Melonjak, Pemerintah Perkuat Respons Strategis
Senin, 14 September 2026, 11.20 WITA
Guru PPPK Paruh Waktu Akan Diperhatikan Mulai 2027
Senin, 14 September 2026, 11.20 WITA

Trump Anggap Kekhawatiran AI Terlalu Ekstrem
Senin, 14 September 2026, 07.43 WITA

Aljazair Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA
Senin, 14 September 2026, 07.41 WITA

KMP Virgo Karam di Laut Jawa, 136 Penumpang Masih Hilang
Senin, 14 September 2026, 07.36 WITA

Kumpul Kebo Meningkat di Sulawesi Tenggara, Faktor Sosial dan Ekonomi Jadi Pemicu
Senin, 14 September 2026, 07.36 WITA

BGN Periksa Ulang 13.261 Dapur MBG, Bisa Dibekukan Jika Tak Memenuhi Syarat
Senin, 14 September 2026, 07.31 WITA


