Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Komunitas Pegiat Sastra Dukung Pelestarian Bahasa Daerah

Pemerintah memperkuat peran komunitas dan pegiat sastra dalam melestarikan bahasa daerah melalui pembinaan dan inovasi pendekatan pembelajaran di tingkat dasar dan menengah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 19.48 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Komunitas Pegiat Sastra Dukung Pelestarian Bahasa Daerah
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus memperluas upaya pelestarian bahasa daerah dengan melibatkan aktor-aktor lokal, khususnya komunitas dan pegiat sastra. Pendekatan ini dijalankan secara kolaboratif dengan pemerintah daerah dan institusi pendidikan tinggi untuk memperkaya sumber bacaan berkualitas berbahasa daerah. Langkah strategis ini bertujuan memperkuat eksistensi bahasa-bahasa lokal yang dinilai sebagai bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya nasional.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menegaskan bahwa pembinaan terhadap komunitas pegiat menjadi kunci dalam menciptakan ruang yang mendukung aktivitas pelestarian. Dengan memberikan pelatihan dan pendampingan, pihaknya berharap komunitas dapat lebih aktif dalam mengembangkan karya sastra dan bahan pembelajaran berbahasa daerah. Tujuannya bukan hanya menjaga keberlangsungan bahasa, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap karya-karya tersebut melalui terjemahan ke Bahasa Indonesia.

Di Provinsi Bengkulu, sejumlah bahasa daerah seperti Enggano, Rejang, dan Bengkulu menjadi fokus perlindungan karena terancam punah. Untuk menjangkau generasi muda, program revitalisasi bahasa dilakukan secara kreatif melalui kegiatan yang menarik seperti lomba menyanyi, pidato, komedi tunggal, menulis cerita pendek, dan bercerita menggunakan bahasa daerah. Pendekatan berbasis minat anak didik diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap bahasa ibu sejak dini.

Selain itu, pemerintah mendorong digitalisasi materi bacaan berbahasa daerah agar lebih mudah diakses oleh publik. Buku-buku berisi karya sastra dan teks edukatif daerah dijadikan konten digital yang dapat dibuka secara luas melalui platform pembelajaran online. Inisiatif ini diharapkan mampu mempercepat perluasan jangkauan dan memperkuat posisi bahasa daerah dalam konteks pendidikan dan kebudayaan nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya