Konservasi Laut Belu Resmi Diluncurkan, Seluas 12.326 Ha
Pemerintah resmi menetapkan kawasan konservasi laut di Kabupaten Belu, NTT, seluas 12.326,35 hektare untuk perlindungan ekosistem dan keberlanjutan sumber daya ikan.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 21.00 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Kelautan dan Perikanan telah mengesahkan kawasan konservasi perairan Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, dengan luas total 12.326,35 hektare melalui keputusan resmi tahun 2026. Penetapan ini menjadi langkah strategis dalam menjaga keanekaragaman hayati laut di kawasan perbatasan dengan Timor Leste, sekaligus memperkuat kerangka pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan.
Kawasan tersebut mencakup berbagai ekosistem vital seperti terumbu karang dan padang lamun, yang menjadi habitat kunci bagi berbagai spesies ikan ekonomis. Dalam struktur pengelolaannya, diterapkan tiga zona: zona inti seluas 133,08 hektare yang berfungsi sebagai area perlindungan mutlak, zona pemanfaatan terbatas seluas 11.153,50 hektare untuk aktivitas perikanan berkelanjutan dan pariwisata, serta zona lainnya seluas 1.039,77 hektare yang mencakup area rehabilitasi, instalasi laut, pelabuhan, dan tempat tambat kapal.
Stefania Tunga Boro, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, menekankan bahwa kawasan ini tidak hanya melindungi lingkungan, tetapi juga mendukung kesejahteraan masyarakat nelayan lokal. Ia menyebut bahwa konservasi ini mendorong keseimbangan antara pelestarian alam dan pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab.
Pendekatan yang diadopsi memadukan ilmu pengetahuan dengan kearifan lokal, sebagaimana disampaikan oleh Victor Nikijuluw, Senior Fellow in Ocean Governance Konservasi Indonesia. Menurutnya, kawasan konservasi ini menjadi dasar hukum untuk mengintegrasikan pengetahuan tradisional dan pendekatan ilmiah dalam pengelolaan laut. Dengan demikian, ekosistem Belu diharapkan dapat menjadi penopang keberlanjutan ikan, sekaligus menopang pasar ikan di wilayah Timor Leste.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Wabup Nagekeo Meninggal Usai Pantau Perbaikan Jalan Rusak
Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, meninggal dunia setelah mengalami gangguan kesehatan saat kembali dari pemantauan perbaikan jalan di Desa Rendu Tutubhada.
4 Oktober 2026

Manager Fox Ajukan Permohonan Putar Film di Istana
Manager Twentieth Century Fox Indonesia memohon izin kepada Presiden untuk memutar film "The Robe" di Istana, sebagai bagian dari upaya promosi teknologi Cinemascope yang masa berlakunya hampir habis.
4 Oktober 2026

RLCO Perkenalkan Produk Sarang Burung Premium untuk Pasar Dalam Negeri
Perusahaan bergerak di bidang sarang burung walet meluncurkan lini produk premium lokal dengan standar internasional, menawarkan transparansi asal dan proses produksi kepada konsumen domestik.
4 Oktober 2026

AZKO Perkuat Keberlanjutan dengan Target 2030
AZKO menegaskan komitmen keberlanjutan melalui program Berbagi Cahaya dan BISA BAIK, dengan target jangkauan 80 kota hingga 2030 dan peningkatan produk ramah lingkungan hingga 22%.
4 Oktober 2026
Berita Lainnya

Ben Affleck Soroti Etika Penggunaan AI dalam Sinema
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

EJIF 2026 Torehkan Rp2,4 Triliun dari 12 Komitmen Investasi
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pengawasan WNA di Tangerang Diperketat Pasca Temuan Pelanggaran Izin
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

Kota Berbasis AI dan Nilai Lokal Hadir di Bali
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

Warga Badui Ajak Pemerintah Jaga Hutan untuk HUT Banten ke-26
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

Teh Jahe Hangat Bantu Legakan Perut Kembung Malam Hari
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.28 WITA

Marinir AS Ditahan Terkait Pembunuhan dan Pencurian di Okinawa
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.28 WITA

Hekente Wakatobi: Perempuan Jaga Budaya Bahari dengan Tradisi Menjaring Ikan
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.28 WITA

