Konsumsi BBM Subsidi Melonjak, Pemerintah Evaluasi Kenaikan Kuota
Peningkatan konsumsi Pertalite menyebabkan pemerintah memperkirakan kuota subsidi akan melampaui target tahun 2026, sambil memperkuat sistem validasi penerima manfaat.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 14.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah kini mengkaji potensi melebihi kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya jenis Pertalite, akibat lonjakan konsumsi yang terjadi sejak kenaikan harga BBM non subsidi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan bahwa pergeseran pola konsumsi masyarakat terjadi secara signifikan, terutama ketika harga Pertamax naik akibat fluktuasi harga minyak global. Peningkatan ini disebabkan oleh pergeseran penggunaan dari BBM non subsidi ke jenis yang mendapat subsidi, terutama pada kelompok pengguna yang responsif terhadap perubahan harga.
Berdasarkan data dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), rata-rata konsumsi harian Pertalite pada bulan Juni 2026 mencapai 82.760 kilo liter (kl), naik 9,19% dibandingkan rata-rata normal sebelum kenaikan harga Pertamax pada 10 Juni. Pada bulan Juli, angka tersebut melonjak lebih tinggi menjadi 85.589 kl, atau meningkat 12,92% dari angka normal. Meski terjadi penurunan ringan di Agustus menjadi 84.368 kl, jumlah tersebut tetap berada di atas rata-rata harian normal dengan kenaikan 11,31%.
Penurunan konsumsi pada Agustus sejalan dengan penurunan harga Pertamax mulai 1 Agustus 2026 dari Rp16.250 menjadi Rp15.950 per liter, yang mengurangi daya tarik penggunaan BBM subsidi. Namun, selisih harga yang masih lebar antara Pertalite dan Pertamax tetap mendorong masyarakat beralih ke produk bersubsidi. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap efisiensi anggaran subsidi dan keberlanjutan program yang ditujukan bagi kelompok ekonomi lemah.
Untuk memastikan subsidi tepat sasaran, pemerintah tengah memperkuat sistem validasi data penerima manfaat melalui kategorisasi berbasis desil. Proses ini dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan BBM subsidi oleh kelompok yang tidak layak, termasuk pengguna kendaraan komersial atau mobil pribadi yang tidak sesuai kriteria. Menteri ESDM menegaskan bahwa keberhasilan program tergantung pada kualitas data, dan upaya ini sedang dalam tahap evaluasi intensif agar implementasi tidak menyimpang dari tujuan awal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

8 Komoditas Pangan Swasembada, Stok Beras Tembus 4,6 Juta Ton
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran mencatatkan kemajuan signifikan dalam kemandirian pangan nasional melalui swasembada delapan komoditas dan rekor pengadaan beras oleh BULOG.
26 Oktober 2026

Putin Bantah Tuduhan Rusia Dalangi Aksi Protes Eropa
Presiden Rusia Vladimir Putin menolak tudingan bahwa Moskow memicu gelombang unjuk rasa di Eropa, menilai klaim tersebut sebagai upaya menyalahkan pihak luar atas krisis internal negara-negara tersebut.
26 Oktober 2026

Fahri Hamzah Ajak Bangun Kecerdasan Politik Holistik
Wakil Ketua Umum Partai Gelora menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam menilai kinerja pemerintahan dua tahun Prabowo-Gibran demi membangun kecerdasan politik yang sehat.
26 Oktober 2026

Gubernur URI Bahas Pendidikan Kepemimpinan dengan Prabowo di Hambalang
Pertemuan Gubernur URI Donny Ermawan Taufanto dengan Presiden Prabowo Subianto fokus pada perkembangan program pemimpin masa depan dan rencana pembangunan kampus baru di Bogor.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lula Menang Pilpres Brasil, Ulangi Sejarah sebagai Presiden Terlama
Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA

Singapura Tanggapi Pemangkasan Ekspor Gas RI dengan Langkah Hukum
Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA

Pembayaran Gaji ASN Tetap Melalui Perbankan
Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA

Indonesia Siap Tentukan Nasib Rating Pasar Modal Sendiri
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

9 Perusahaan Siap Melantai di Bursa, Tiga Punya Aset Jumbo
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

Asing Jual Bersih Rp8,73 Triliun, 10 Saham Ini Paling Dijual
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

Asing Borong Saham Unggulan, IHSG Akhiri Pekan Naik 1,21%
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

IHSG Diproyeksi Naik Terbatas dengan Risiko Koreksi
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

