Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Konvoi Freeport Diterjang Tembakan di Mimika, Aparat Periksa TKP

Tiga kendaraan dalam rombongan PT Freeport ditembaki di Mile Point 60, Mimika, tanpa korban jiwa, sementara petugas kini dalami bukti dan saksi untuk lacak pelaku.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 11.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Konvoi Freeport Diterjang Tembakan di Mimika, Aparat Periksa TKP
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pada Rabu pagi, 2 September, tiga unit kendaraan dari rombongan PT Freeport Indonesia menjadi sasaran tembakan di Jalan Tambang Mile Point 60, Distrik Tembagapura, Papua Tengah. Kejadian itu terjadi sekitar pukul 08.25 WIT saat konvoi yang terdiri dari 15 kendaraan, termasuk 13 bus, satu towing truck, dan satu mobil box, sedang melintas menuju Timika. Dari total rombongan, tiga kendaraan mengalami serangan tembakan, namun tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kendaraan yang terkena tembakan antara lain Bus nomor lambung 140591 yang berada di posisi keempat dalam barisan, mengalami lima tembakan—tiga dari depan dan dua dari sisi kiri. Bekas tembakan ditemukan pada kaca depan, kaca samping kiri, pintu, serta serpihan logam di dashboard dan atap. Bus nomor lambung 140575 di urutan keenam terkena satu tembakan yang menembus bagian atas kabin hingga masuk ke dalam interior. Sementara Towing Truck nomor lambung 021074, berada di posisi ketujuh, terkena tiga tembakan dari arah kiri yang mengenai pintu dan kaca spion.

Hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan ditemukannya tiga selongsong amunisi kaliber 5,56 milimeter di lokasi kejadian. Semua barang bukti tersebut telah diamankan untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. Kepolisian menyatakan bahwa identitas pelaku belum ditetapkan, karena masih dalam tahap pengumpulan dan verifikasi keterangan saksi, hasil olah TKP, serta data pendukung lainnya.

Penyelidikan masih berlangsung intensif, dengan fokus pada analisis lintasan tembakan, kondisi kendaraan, dan kemungkinan lokasi penembakan. Pihak keamanan menegaskan bahwa penentuan pihak yang bertanggung jawab akan dilakukan setelah semua bukti diperiksa secara menyeluruh. Tujuan utama adalah menjamin keamanan operasional dan keselamatan personel di wilayah operasi tambang yang sensitif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya