KPK Periksa Delapan Lokasi Terkait Dugaan Korupsi DSP BNPB
KPK menggeledah delapan lokasi di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi terkait kasus dugaan korupsi dana siap pakai di BNPB, menyita uang, perhiasan, dan tiga mobil.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 12.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 24x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di delapan titik berbeda mulai Kamis (15/10) hingga Senin (19/10), terkait dugaan penyalahgunaan dana siap pakai (DSP) dalam penanganan bencana di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Lokasi yang disasar mencakup kantor BNPB di Jalan Pramuka, Jakarta Timur, serta sejumlah rumah dan fasilitas lain di wilayah Jakarta, Tangerang Selatan, dan Bekasi. Penggeledahan dilakukan sebagai bagian dari upaya mengumpulkan bukti pendukung dalam penyidikan perkara yang sedang berjalan.
Dari hasil penggeledahan, tim penyidik menyita sejumlah barang bukti, termasuk dokumen penting, perangkat elektronik, uang tunai, perhiasan, serta tiga unit kendaraan bermotor. Barang-barang tersebut diduga memiliki kaitan langsung dengan proses pengadaan yang diduga melibatkan penyelewengan dana. Penyidik kini tengah melakukan analisis terhadap semua barang bukti yang telah diamankan guna memastikan keterkaitannya dengan perkara.
Lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, meliputi pejabat BNPB dan pihak swasta. Di antaranya adalah Gabriel Purwaka Sigit, Kasubdit Pengelolaan Bantuan dan Kedaruratan BNPB yang juga menjabat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta Letjen Suharyanto selaku Tenaga Ahli Kepala BNPB. Tersangka lainnya adalah Bima Setiawan, adik dari eks Kepala BNPB, Richard Erlangga, dan dua pihak swasta, Gery Prasetiawan serta Syifa Nrika.
KPK menemukan indikasi konflik kepentingan dan praktik suap dalam proses pengadaan yang berlangsung selama tiga tahun, dari 2024 hingga 2026. Total nilai pengadaan yang terkait dengan dana siap pakai mencapai Rp148 miliar, berasal dari dana darurat untuk menangani berbagai bencana besar, seperti karhutla di Papua dan Kalimantan, banjir di Sumatera dan Aceh pada November 2025, serta gempa di Nusa Tenggara Timur.
Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, menegaskan bahwa penyidikan akan terus berjalan secara intensif. Ia menyatakan bahwa semua barang bukti yang disita akan diperiksa secara mendalam untuk memastikan keakuratan dan keterkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi. Proses ini merupakan bagian dari upaya KPK dalam memastikan akuntabilitas penggunaan dana negara, khususnya dalam konteks penanganan bencana yang menyangkut kepentingan publik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Hakim Batalkan Vonis Kartel Bunga, AFPI Soroti Kepatuhan Regulator
Putusan pengadilan membatalkan dakwaan kartel bunga terhadap platform pinjaman daring, dengan menilai kepatuhan terhadap arahan OJK sebagai dasar operasional yang sah.
24 Oktober 2026

Vila Eks Hitler di Alpen Terbakar, Satu Tersangka Ditahan
Sebuah bangunan bersejarah milik Adolf Hitler di pegunungan Alpen terbakar, dengan satu orang ditangkap dan penyelidikan masih berlangsung.
24 Oktober 2026

Unjuk Rasa Massal Guncang Prancis, 135 Orang Ditangkap
Aksi protes besar-besaran di berbagai kota Prancis menewaskan 135 orang ditangkap, menyusul kemarahan sosial terhadap kebijakan pemerintah dan aksi kongres partai sayap kanan.
24 Oktober 2026

Pimpinan CTIF di Singapura Tekankan Kolaborasi Intelijen Anti-Terorisme
Mayjen TNI Rio Firdianto memimpin rapat CTIF Council di Singapura, perkuat sinergi intelijen sembilan negara hadapi ancaman terorisme sekaligus peringati lima tahun berdirinya fasilitas kolaborasi tersebut.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

BYD Atto 1 Kuasai Pasar Mobil Listrik September 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

Sepeda Listrik Diskon 50% di Transmart, Mulai Rp3,68 Juta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

LCGC Mulai Tergerus, Industri Tawarkan Solusi Hybrid
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

Teknologi REEV Dorong Hemat BBM 65 Km Per Liter
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

BYAN Buka Suara Soal Transaksi Saham ke Jhonlin Baratama
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

BRI Perkuat Nilai Saham Lewat Buyback Rp1 Triliun
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

Wall Street Picu Pelemahan Bursa Asia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

