Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kredit BRI Melesat 16,2% di Paruh Pertama 2026

Pertumbuhan kredit BRI mencapai 16,2% year-on-year, didukung kinerja laba bersih Rp31,2 triliun dan penurunan NPL menjadi 2,9%.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 16.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kredit BRI Melesat 16,2% di Paruh Pertama 2026
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pertumbuhan kredit konsolidasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) pada semester pertama tahun 2026 mencatatkan angka double digit, mencapai pertumbuhan sebesar 16,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini menunjukkan kekuatan intermediasi perbankan BRI yang terus tumbuh signifikan, dengan total kredit dan pembiayaan mencapai Rp1.646 triliun. Pertumbuhan ini melampaui target rencana bisnis tahunan dan didukung oleh peningkatan signifikan di sektor UMKM yang menyumbang 75,1% dari total kredit, dengan pertumbuhan 8,6% secara tahunan.

Laba bersih BRI pada periode tersebut mencapai Rp31,2 triliun, naik 17,5% dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Angka ini lebih tinggi dari perkiraan berbagai lembaga analis, termasuk Indo Premier Sekuritas, JP Morgan, BNI Sekuritas, serta konsensus pasar. Kinerja keuangan yang solid ini juga diiringi dengan perbaikan kualitas aset, terlihat dari penurunan rasio kredit bermasalah (NPL) menjadi 2,9%, sementara pencadangan kredit bermasalah (NPL coverage) meningkat menjadi 180%.

Di sisi risiko, rasio kredit dalam risiko (LAR) turun menjadi 9,2%, dengan peningkatan LAR coverage sebesar 57%. Perbaikan kualitas kredit terutama terjadi pada segmen mikro, di mana NPL bersih turun dari Rp3,5 triliun pada Januari 2025 menjadi rata-rata Rp1,7 triliun di semester I-2026. Pertumbuhan kredit juga didorong oleh sektor korporasi dan komersial yang masing-masing tumbuh 47% dan 58% secara tahunan, menunjukkan diversifikasi portofolio yang sehat.

Analisis pasar menyebut bahwa pertumbuhan kredit ini dapat mendorong revisi proyeksi pertumbuhan kredit BRI tahun 2026 menjadi 8%-10%. Kinerja BRI juga didukung oleh penempatan dana pemerintah dengan suku bunga tinggi, yang berdampak positif terhadap rasio margin bunga bersih (NIM). Manajemen BRI mempertahankan target NIM, biaya kredit, dan pedoman CIR tanpa penurunan, menjadikan BRI satu-satunya bank BUMN besar yang tidak menurunkan panduan NIM.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya