Krisis Energi Parah Landa Libya, Warga Terjepit di Tengah Kekeringan dan Pemadaman
Libya mengalami krisis energi multidimensi dengan kelangkaan BBM, pemadaman listrik lebih dari 10 jam harian, dan kekeringan akibat gagalnya sistem air besar, memicu protes dan kerugian ekonomi luas.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 23.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 13x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Krisis energi yang melanda Libya telah berlangsung lebih dari enam minggu, menimbulkan dampak berantai terhadap kehidupan sehari-hari warga. Di ibu kota Tripoli, antrean panjang kendaraan terpantau di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar, bahkan memakan waktu hingga tiga hari hanya untuk mendapatkan solar. Suhu ekstrem mendekati 40 derajat Celcius memperburuk kondisi, sementara harga solar di pasar gelap melonjak hingga 8 dinar Libya per liter—setara US$1,26 atau Rp22.302—menjadi lebih dari 50 kali lipat dari harga subsidi resmi.
Pemadaman listrik yang berlangsung lebih dari 10 jam setiap hari telah menghancurkan aktivitas ekonomi, terutama di sektor perdagangan dan jasa. Khaled Ibrahim, pemilik supermarket di wilayah Timur Tripoli, melaporkan kerusakan mesin pendingin akibat listrik padam, menyebabkan stok makanan cepat membusuk dan pelanggan kehilangan akses terhadap air dingin. Ia menyatakan kondisi ini merupakan musim terburuk dalam karier bisnisnya dan menyebutkan kemungkinan tutup permanen jika tidak ada perbaikan.
Krisis juga menjangkiti sistem air bersih setelah operasional Great Man-Made River—jaringan pipa air tawar terbesar di dunia—terganggu akibat keterbatasan listrik. Rafaa Zaid, pemilik kafe di wilayah Tengah Tripoli, terpaksa menutup usahanya total karena tidak ada air untuk memenuhi kebutuhan dasar. Setiap hari yang tidak beroperasi berarti kerugian tambahan, tetapi ia tidak mampu berbuat apa pun tanpa akses air.
Demonstrasi massal yang berujung kekerasan muncul di berbagai wilayah, dengan warga membakar ban dan menghalangi jalan raya hingga memblokir gedung pemerintah menggunakan puing-puing bangunan. Respons terhadap krisis ini datang dari otoritas energi, di mana Ketua Perusahaan Listrik Umum Libya (GECOL), Bashir Al-Marash, menjanjikan penyelesaian dalam dua minggu ke depan. Sementara itu, juru bicara Brega Petroleum Marketing Company, Ahmed Al-Masallati, menyebutkan gangguan global—terutama di Selat Hormuz—menunda kedatangan pengiriman bahan bakar, sementara penurunan produksi di kilang Zawia akibat pemadaman dan ketidakstabilan keamanan lokal memperparah pasokan domestik.
Meski memiliki cadangan minyak mentah terbesar di Afrika, Libya bergantung tinggi pada impor produk olahan karena keterbatasan infrastruktur pengolahan. Menurut pakar energi dari Universitas Omar Al-Mukhtar, Tariq Al-Tarhouni, akar permasalahan bukan hanya pada keterbatasan pembangkit listrik, tetapi pada kegagalan sistemik dalam pengelolaan energi secara menyeluruh. Krisis ini menegaskan bahwa keberlanjutan energi tidak hanya soal pasokan, tetapi juga tata kelola, infrastruktur, dan stabilitas sosial.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Penghapusan Insentif Flat Hemat Rp3 Triliun untuk MBG
Perubahan skema insentif SPPG dari Rp6 juta per hari menjadi Rp2.000 per porsi diestimasi menghemat anggaran negara hampir Rp3 triliun hingga akhir Desember 2026.
25 Oktober 2026

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dorong transformasi madrasah menuju lingkungan belajar inklusif, aman secara digital, dan berkeadilan melalui kolaborasi semua pihak.
24 Oktober 2026
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Kontingen Sulawesi Utara keluar sebagai juara umum Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi ke-60 Seri 2 tahun 2026, mengamankan Piala Presiden dalam perhelatan nasional.
24 Oktober 2026

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Studi menunjukkan bahwa kebahagiaan dapat dibangun melalui gaya hidup sehat, interaksi sosial, dan tujuan jangka panjang.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Transformasi Energi Indonesia Menapaki Jalur Kemandirian
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.30 WITA

Lula dan Flavio Bolsonaro Saling Serang di Debat Akhir Pemilu
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.09 WITA

Koneksi Starlink Stabil di Kecepatan 400 km/Jam, Ungkap Menteri Pertahanan Ukraina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.08 WITA

Penyintas Serangan Gereja Yordania Ungkap Detik-detik Pelaku Arahkan Pistol
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, Dampaknya Di Bawah 2 Persen
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

Richard Lee: Jangan Lawan Iblis dengan Logika
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Kanye West Tutup Konser GBK dengan Runaway Emosional
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

