Kunjungan Putri Mahkota Swedia Dorong Ekspor Produk UMKM NTB ke Eropa
Kunjungan Putri Mahkota Swedia Victoria ke Bale Kita Mataram menjadi peluang strategis memperluas pasar UMKM NTB ke Eropa melalui kolaborasi dengan UNDP.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 19.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kunjungan resmi Putri Mahkota Swedia Victoria ke Bale Kita di Mataram menjadi titik penting dalam upaya memperluas jangkauan pasar produk UMKM Nusa Tenggara Barat ke pasar internasional, khususnya Eropa. Dalam kesempatan itu, ia mengunjungi lokasi yang menjadi pusat pengembangan dan pemasaran hasil karya pelaku usaha mikro dan kecil dari berbagai daerah di NTB. Kehadirannya tidak hanya sebagai bentuk dukungan simbolis, tetapi juga sebagai momentum menunjukkan komitmen global terhadap pengembangan ekonomi berkelanjutan melalui program binaan UNDP.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB, Lalu Wiranata, menekankan bahwa Bale Kita berperan sebagai pusat strategis yang menaungi produk-produk UMKM, termasuk hasil binaan UNDP di Lombok Utara. Ia menyebut bahwa program UNDP telah memberikan dampak nyata, baik dalam aspek infrastruktur maupun kapasitas produksi, terutama pada sektor petani mete yang kini mampu mengolah biji mete menjadi berbagai produk makanan bernilai tambah.
Salah satu tantangan utama yang selama ini dihadapi pelaku UMKM adalah akses pemasaran, terutama di pasar global. Dengan hadirnya Putri Victoria, pemerintah provinsi berharap dapat memperkuat jaringan promosi dan kolaborasi bisnis. Selain dukungan dari Bale Kita, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga, termasuk di bandara dan area wisata Mandalika saat digelarnya MotoGP, sebagai sarana promosi tambahan untuk memperluas jangkauan pasar.
Wiranata menegaskan bahwa keberhasilan program UNDP di NTB telah terbukti, terutama dalam meningkatkan kualitas produk dan keterlibatan masyarakat lokal. Ia menyebut bahwa Putri Victoria sendiri menyampaikan kebahagiaan atas dampak program yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Kini, fokus utama adalah memperkuat kemasan, branding, serta strategi penjualan agar produk UMKM NTB mampu bersaing di pasar Eropa.
Pemerintah NTB kini tengah menyusun rencana strategis lanjutan, termasuk menyusun proposal pembinaan UMKM berbasis program UNDP untuk tahun depan. Tujuannya adalah memastikan keberlanjutan dan peningkatan kapasitas, sehingga produk lokal tidak hanya dikenal secara nasional, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem ekspor berkelanjutan ke pasar Eropa.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


