Kunjungan Wisman RI Capai Rekor Tertinggi sejak 2020
Jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia pada Januari-Juli 2026 mencapai 8,98 juta, menjadi tertinggi sejak 2020, didorong kenaikan bulanan dan tahunan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 16.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada periode Januari hingga Juli 2026 mencatat angka rekor sebesar 8,98 juta kunjungan, menandai peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak 2020, menunjukkan pemulihan sektor pariwisata yang konsisten seiring pemulihan ekonomi nasional. Kenaikan sebesar 5,23 persen dibandingkan periode yang sama di 2025 mengindikasikan meningkatnya minat destinasi Indonesia di pasar global.
Pada bulan Juli 2026 saja, jumlah kunjungan wisman mencapai 1,52 juta, naik 9,99 persen secara bulanan dan 2,95 persen secara tahunan dibandingkan Juli 2025. Fluktuasi terjadi di awal tahun, dengan jumlah kunjungan terendah pada Maret sebesar 1,09 juta, namun kembali melonjak mulai April hingga Juli, masing-masing menyentuh angka 1,25 juta, 1,38 juta, 1,39 juta, dan 1,53 juta kunjungan. Peningkatan ini mencerminkan tren positif di sektor perjalanan wisata, terutama pada musim liburan dan event pariwisata nasional.
Sebanyak 1,36 juta wisman memasuki Indonesia melalui pintu masuk utama, dominan menggunakan moda udara yang menyumbang 83,04 persen dari total kunjungan, diikuti transportasi laut (13,42 persen) dan darat (3,54 persen). Sementara itu, 162.230 wisman masuk melalui pintu perbatasan. Secara asal negara, Malaysia menjadi pasar terbesar dengan 228.710 kunjungan (15 persen), disusul Australia (188.250 kunjungan/12,34 persen), Tiongkok (156.750 kunjungan/10,28 persen), dan Singapura (117.280 kunjungan/7,69 persen).
Di sisi lain, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) juga mencatat rekor tertinggi sejak sebelum pandemi. Total perjalanan wisnus pada Januari-Juli 2026 mencapai 737,85 juta perjalanan, meningkat 3,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Pada Juli 2026, jumlah perjalanan wisnus tercatat sebesar 107,44 juta, naik 0,23 persen dari Juni dan 7,23 persen dibandingkan Juli 2025. Peningkatan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat dalam berwisata domestik, mendukung keseimbangan dan daya tahan sektor pariwisata nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Masker Sekali Pakai Tak Boleh Dicuci, Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 15.47 WITA

Thailand Perpendek Masa Bebas Visa Jadi 30 Hari Mulai 2026
Rabu, 9 September 2026, 15.45 WITA

Larangan Bungkus Makanan Sarapan di Hotel, Ini Alasannya
Rabu, 9 September 2026, 15.44 WITA

Google Maps Bantu Lacak Lokasi Orang Terdekat Secara Real-Time
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Enam Gunung Api Meletus Bersamaan, Pakar Sebut Bukan Tanda Keterkaitan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Demonstran Serang Anggota Parlemen, Proyek Resor Kushner Jadi Sorotan
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Indonesia Belum Siap Jadi Negara Maju Menurut Analisis Terbaru
Rabu, 9 September 2026, 15.36 WITA

Bank Sentral Global Perkuat Cadangan Emas di Tengah Ketegangan Geopolitik
Rabu, 9 September 2026, 15.35 WITA


