Kuota Haji Tambahan 2024 Dibahas dalam Sidang Perkara Yaqut
Mantan pejabat Kemenag menyatakan usulan kuota haji tambahan 20.000 tahun 2024 berasal dari Menteri Agama, tetapi Yaqut membantah dan menegaskan tidak ikut dalam kunjungan ke Arab Saudi.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 00.41 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 14x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, saksi Jaja Jaelani menyampaikan bahwa usulan penambahan kuota haji sebanyak 20.000 untuk tahun 2024 berasal dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kepada Presiden Joko Widodo. Menurut Jaja, usulan tersebut kemudian disampaikan oleh Presiden kepada pihak Kerajaan Arab Saudi dalam kunjungan resmi. Ia menegaskan bahwa keputusan itu diumumkan oleh Presiden pada 20 Oktober 2023, saat kunjungan ke Arab Saudi, dan diterima oleh Kementerian Agama setelah kunjungan tersebut.
Namun, pengacara Yaqut, Mellisa Anggraini, menyoroti ketidakjelasan peran Menteri Agama dalam proses tersebut. Ia menegaskan bahwa Jaja menyebutkan usulan berasal dari Menteri Agama, tetapi tidak memiliki bukti kuat. Jaja mengaku mendapatkan informasi tersebut dari media sosial saat kunjungan Presiden ke Arab Saudi berlangsung. Ia juga menyebut bahwa saat itu Menteri Pemuda dan Olahraga, Ario Bimo Nandito Ariotedjo, yang turut serta dalam kunjungan, bukan Yaqut.
Yaqut sendiri membantah tegas bahwa dirinya tidak ikut dalam kunjungan ke Arab Saudi dan menegaskan tidak pernah mengusulkan kuota tambahan. Ia menyatakan bahwa kesaksian Jaja berupa asumsi yang tidak dapat digunakan sebagai dasar penilaian terhadap dirinya, apalagi dalam kasus pidana yang menyangkut nasib hukumnya. Ia menekankan bahwa sebagai Menteri Agama, ia tidak hadir dalam pertemuan penting tersebut, sehingga tidak mungkin menjadi pelaku atau pengusul.
KPK menyoroti keberadaan Surat Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1156 Tahun 2023 yang dikeluarkan dengan tanggal mundur (backdate), seolah-olah dikeluarkan pada 21 Desember 2023, padahal tanda tangan resmi dilakukan pada 9 Januari 2024. KMA tersebut menetapkan pembagian kuota tambahan 20.000 menjadi 10.000 untuk haji reguler dan 10.000 untuk haji khusus, yang bertentangan dengan aturan Pasal 64 ayat 2 UU Haji dan Umrah yang menetapkan proporsi 92% untuk reguler dan 8% untuk khusus.
Dalam dakwaan, jaksa menilai bahwa penanggalan mundur dan pembagian kuota yang tidak sesuai aturan dimaksudkan untuk membatasi waktu pelunasan bagi jemaah, serta membatasi penyebaran informasi, sehingga hanya sebagian kecil yang bisa memanfaatkan kuota tambahan. Hal ini dikhawatirkan menciptakan ketidakadilan dalam distribusi haji dan menimbulkan potensi korupsi dalam penyaluran kuota.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Mahasiswa Gulingkan Pemerintahan Vučić dalam Pemilu Sela
Gerakan mahasiswa Serbia menang telak dalam pemilu sela, mengakhiri dominasi 14 tahun Aleksandar Vučić yang diwarnai korupsi dan kelalaian.
26 Oktober 2026

Lula Menang Pemilu Brasil, Cetak Sejarah Kedua Kali Dalam Sejarah
Luiz Inácio Lula da Silva terpilih kembali sebagai presiden Brasil dengan perolehan 51,79% suara, mencatatkan sejarah sebagai pemimpin pertama yang menang dalam pemilu putaran kedua setelah finis kedua di putaran pertama.
26 Oktober 2026

Lula Kembali Jadi Presiden Brasil, Torehkan Sejarah Empat Periode
Luiz Inácio Lula da Silva menang dalam pemilu putaran kedua dengan 51,7 persen suara, menjadi presiden pertama Brasil yang menjabat empat kali, setelah sebelumnya memimpin pada periode 2003–2010 dan 2023–2026.
26 Oktober 2026

8 Komoditas Pangan Swasembada, Surplus 4,69 Juta Ton
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran berhasil mencapai swasembada di delapan komoditas pangan utama dengan produksi melampaui kebutuhan nasional sebesar 4,69 juta ton.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Barcelona Gagal Ukir Rekor 10 Kemenangan Beruntun di El Clasico
Senin, 26 Oktober 2026, 15.28 WITA

Anak Disabilitas di Surabaya Meninggal Akibat Perundungan, Orang Tua Desak Peninjauan Ulang Hukum
Senin, 26 Oktober 2026, 15.28 WITA
Demonstrasi Ricuh di Barcelona, 100 Orang Ditangkap
Senin, 26 Oktober 2026, 15.27 WITA
Aksi Damai Paris Berujung Kerusuhan Massal
Senin, 26 Oktober 2026, 15.26 WITA

Yordania Bekuk Tiga Tersangka Penembakan Gereja Karak
Senin, 26 Oktober 2026, 15.24 WITA

PTKP Ideal untuk 2027 Harus Sesuaikan Kebutuhan Hidup Dasar
Senin, 26 Oktober 2026, 15.24 WITA

Hakim Putuskan Perlawanan Febrie Ditangguhkan, JPU Diminta Lanjutkan Kasus
Senin, 26 Oktober 2026, 15.23 WITA

OJK Evaluasi Usulan Lembaga Rating Nasional
Senin, 26 Oktober 2026, 15.23 WITA

