Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Laba Antam Tembus Rp6,91 Triliun di Paruh Pertama 2026

Emiten tambang pelat merah ANTAM mencatat laba bersih Rp6,91 triliun pada semester I-2026, tumbuh 34% dibandingkan periode sama tahun lalu, didorong kenaikan penjualan dan efisiensi operasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 09.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Laba Antam Tembus Rp6,91 Triliun di Paruh Pertama 2026
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan pertambangan PT ANTAM (Persero) Tbk berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp6,91 triliun pada periode Januari hingga Juni 2026, menunjukkan kenaikan signifikan 34% dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mencerminkan kinerja operasional yang stabil serta pengelolaan keuangan yang disiplin, termasuk arus kas dan likuiditas yang terjaga secara konsisten. Angka tersebut merupakan hasil dari peningkatan pendapatan bersih yang mencapai Rp62,71 triliun, naik 6% dari Rp59,02 triliun pada periode yang sama tahun 2025.

Hampir seluruh pendapatan berasal dari penjualan dalam negeri, mencapai Rp60,15 triliun atau 96% dari total penjualan bersih. Pertumbuhan ini didorong oleh strategi penguatan basis pelanggan domestik di sektor emas, bijih nikel, dan bijih bauksit. Produk emas menjadi kontributor utama, menyumbang 80% dari total penjualan dengan nilai Rp50,39 triliun, naik tipis 1% dari Rp49,68 triliun pada semester pertama 2025. Volume penjualan emas mencapai 18.080 kg (581.286 troy oz.), sementara produksi dari tambang perusahaan sebesar 433 kg (13.921 troy oz.).

Sektor nikel juga menunjukkan kinerja menguat, menyumbang 17% atau Rp10,41 triliun dari total penjualan, meningkat 32% dari Rp7,87 triliun pada 1H25. Produksi bijih nikel mencapai 6,77 juta wet metric ton, didukung optimalisasi penambangan, sementara produksi feronikel mencapai 7.788 ton. Penjualan feronikel tumbuh 32% menjadi 7.605 ton, menunjukkan efektivitas strategi pemasaran dan pemenuhan permintaan pasar. Di sektor bauksit dan alumina, kontribusi penjualan mencapai Rp1,88 triliun, naik 28% dari Rp1,46 triliun, didorong produksi bauksit sebesar 1,28 juta wmt dan alumina sebesar 100.257 ton, dengan penjualan alumina mencapai 100.437 ton.

Dukungan kinerja keuangan juga terlihat dari pertumbuhan aset yang mencapai 27% menjadi Rp61,27 triliun, serta kenaikan nilai ekuitas sebesar 14% menjadi Rp38,53 triliun dari Rp33,71 triliun. Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari optimalisasi portofolio komoditas dan komitmen perusahaan dalam menjaga efisiensi operasional untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya