Laba Antam Tembus Rp6,91 Triliun di Paruh Pertama 2026
Emiten tambang pelat merah ANTAM mencatat laba bersih Rp6,91 triliun pada semester I-2026, tumbuh 34% dibandingkan periode sama tahun lalu, didorong kenaikan penjualan dan efisiensi operasional.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 09.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Perusahaan pertambangan PT ANTAM (Persero) Tbk berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp6,91 triliun pada periode Januari hingga Juni 2026, menunjukkan kenaikan signifikan 34% dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mencerminkan kinerja operasional yang stabil serta pengelolaan keuangan yang disiplin, termasuk arus kas dan likuiditas yang terjaga secara konsisten. Angka tersebut merupakan hasil dari peningkatan pendapatan bersih yang mencapai Rp62,71 triliun, naik 6% dari Rp59,02 triliun pada periode yang sama tahun 2025.
Hampir seluruh pendapatan berasal dari penjualan dalam negeri, mencapai Rp60,15 triliun atau 96% dari total penjualan bersih. Pertumbuhan ini didorong oleh strategi penguatan basis pelanggan domestik di sektor emas, bijih nikel, dan bijih bauksit. Produk emas menjadi kontributor utama, menyumbang 80% dari total penjualan dengan nilai Rp50,39 triliun, naik tipis 1% dari Rp49,68 triliun pada semester pertama 2025. Volume penjualan emas mencapai 18.080 kg (581.286 troy oz.), sementara produksi dari tambang perusahaan sebesar 433 kg (13.921 troy oz.).
Sektor nikel juga menunjukkan kinerja menguat, menyumbang 17% atau Rp10,41 triliun dari total penjualan, meningkat 32% dari Rp7,87 triliun pada 1H25. Produksi bijih nikel mencapai 6,77 juta wet metric ton, didukung optimalisasi penambangan, sementara produksi feronikel mencapai 7.788 ton. Penjualan feronikel tumbuh 32% menjadi 7.605 ton, menunjukkan efektivitas strategi pemasaran dan pemenuhan permintaan pasar. Di sektor bauksit dan alumina, kontribusi penjualan mencapai Rp1,88 triliun, naik 28% dari Rp1,46 triliun, didorong produksi bauksit sebesar 1,28 juta wmt dan alumina sebesar 100.257 ton, dengan penjualan alumina mencapai 100.437 ton.
Dukungan kinerja keuangan juga terlihat dari pertumbuhan aset yang mencapai 27% menjadi Rp61,27 triliun, serta kenaikan nilai ekuitas sebesar 14% menjadi Rp38,53 triliun dari Rp33,71 triliun. Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari optimalisasi portofolio komoditas dan komitmen perusahaan dalam menjaga efisiensi operasional untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
ANTAM Perkuat Pengelolaan SDA untuk Kesejahteraan Masyarakat
ANTAM tekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan demi kesejahteraan rakyat di Sulawesi Tenggara.
8 September 2026
Gubernur Sultra Minta Penegak Hukum Periksa Istri Terkait Denda Tambang Nikel di Hutan Lindung
Gubernur Sultra menanggapi denda Rp2,19 triliun terhadap PT TMS dengan menyerahkan penjelasan kepada penegak hukum dan menegaskan tidak menjadi pihak yang berwenang menjawab.
8 September 2026

PTBA Perkuat Diversifikasi, Sasaran 20% Pendapatan dari Hilirisasi
PTBA menargetkan kontribusi pendapatan dari hilirisasi dan diversifikasi produk mencapai 20% dalam empat tahun, didukung proyek gasifikasi dan energi terbarukan.
8 September 2026

Tembaga dan Emas Jadi Pilar Ekonomi Berkelanjutan
Pengelolaan tembaga di Indonesia kini berfokus pada hilirisasi dan integrasi industri, dengan produksi emas dari PMR PTFI mulai mendukung kebutuhan domestik dan memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


