Laba Naik 34%, ANTAM Perkuat Kinerja Melalui Diversifikasi
ANTAM mencatat laba periode berjalan Rp6,91 triliun pada semester I-2026, tumbuh 34% dari tahun sebelumnya, didukung optimasi operasional dan diversifikasi portofolio komoditas.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 13.28 WITA·👁 7 orang membaca· 0 hari ini · 21x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perusahaan tambang nasional PT ANTAM (Persero) Tbk berhasil membukukan kinerja keuangan yang positif pada periode semester pertama tahun 2026, dengan laba periode berjalan mencapai Rp6,91 triliun, meningkat signifikan 34% dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp5,14 triliun. Peningkatan ini menjadi bukti kuat dari konsistensi strategi perusahaan dalam memperkuat fondasi keuangan melalui disiplin pengelolaan modal kerja, efisiensi operasional, dan peningkatan arus kas bersih dari aktivitas operasional.
Capaian profitabilitas tersebut juga tercermin dari kenaikan EBITDA sebesar 35% menjadi Rp9,62 triliun, serta laba kotor yang mencapai Rp10,85 triliun, naik 32% dari Rp8,24 triliun pada semester I-2025. Laba usaha mencatat pertumbuhan 38% menjadi Rp8,44 triliun, didukung oleh kenaikan pendapatan lain-lain sebesar 41% menjadi Rp559,37 miliar, terutama dari laba selisih kurs dan keuntungan dari entitas asosiasi.
Peningkatan kinerja juga tercermin dari nilai laba bersih per saham dasar yang naik 36% menjadi Rp265,85 per saham, dari Rp195,43 pada periode sebelumnya. Di sisi aset, ANTAM mencatat kenaikan sebesar 27% menjadi Rp61,27 triliun, sementara ekuitas meningkat 14% menjadi Rp38,53 triliun. Posisi likuiditas tetap terjaga dengan kas dan setara kas sebesar Rp9,23 triliun, mendukung kelancaran operasional dan pendanaan proyek strategis.
Penjualan bersih ANTAM pada semester I-2026 mencapai Rp62,71 triliun, tumbuh 6% dibandingkan Rp59,02 triliun pada periode sebelumnya. Sebanyak 96% penjualan berasal dari pasar domestik, terutama dari produk emas, bijih nikel, dan bauksit. Emas menjadi kontributor terbesar dengan kontribusi 80% dari total penjualan, mencapai Rp50,39 triliun, didukung produksi emas sebesar 433 kg dan volume penjualan mencapai 18.080 kg.
Diversifikasi portofolio terus menjadi kunci utama pencapaian kinerja. Penjualan feronikel dan bijih nikel tumbuh 32% menjadi Rp10,41 triliun, dengan produksi feronikel mencapai 7.788 ton dan penjualan 7.605 ton. Sementara itu, penjualan bauksit dan alumina naik 28% dan 10% masing-masing, menunjukkan efektivitas pengelolaan kapasitas produksi dan permintaan pasar domestik yang terus berkembang.
Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari komitmen perusahaan terhadap *beyond operational excellence*, optimalisasi produksi, dan penguatan ekosistem industri logam mulia serta komoditas strategis. Dengan fondasi keuangan yang kuat dan arus kas yang sehat, ANTAM siap menjaga pertumbuhan berkelanjutan sejalan dengan visi menciptakan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Uji Lapangan HD785-7 Hybrid EREV Dimulai di Pertambangan Indonesia
Uji lapangan alat berat hybrid EREV Komatsu dilakukan di lokasi pertambangan milik anak usaha United Tractors untuk mengukur efisiensi dan kinerja teknologi elektrifikasi.
24 Oktober 2026

Rantai Pasok Tangguh Kunci Optimalisasi Nilai Mineral Kritis
Investasi terkoordinasi dan rantai pasok yang kuat menjadi kunci utama untuk mengeksploitasi nilai tambah tinggi dari mineral kritis di Indonesia.
24 Oktober 2026

Antam Siap Kelola Tambang Emas Baru di Papua
Pemerintah menutup operasional tambang emas PT Kristalin Eka Lestari di Nabire dan menyerahkan kawasan seluas 275,36 hektare kepada PT Aneka Tambang Tbk untuk pengelolaan berkelanjutan.
24 Oktober 2026

ANTAM Perkuat Fondasi Bisnis untuk Nilai Tambah Jangka Panjang
Perusahaan tambang nasional mencatatkan pertumbuhan signifikan di semester pertama 2026, dengan pendapatan Rp62,71 triliun dan laba naik 34%, seiring fokus pada hilirisasi dan optimalisasi operasional.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

