Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Laba Naik 34%, ANTAM Perkuat Kinerja Melalui Diversifikasi

ANTAM mencatat laba periode berjalan Rp6,91 triliun pada semester I-2026, tumbuh 34% dari tahun sebelumnya, didukung optimasi operasional dan diversifikasi portofolio komoditas.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 13.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Laba Naik 34%, ANTAM Perkuat Kinerja Melalui Diversifikasi
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan tambang nasional PT ANTAM (Persero) Tbk berhasil membukukan kinerja keuangan yang positif pada periode semester pertama tahun 2026, dengan laba periode berjalan mencapai Rp6,91 triliun, meningkat signifikan 34% dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp5,14 triliun. Peningkatan ini menjadi bukti kuat dari konsistensi strategi perusahaan dalam memperkuat fondasi keuangan melalui disiplin pengelolaan modal kerja, efisiensi operasional, dan peningkatan arus kas bersih dari aktivitas operasional.

Capaian profitabilitas tersebut juga tercermin dari kenaikan EBITDA sebesar 35% menjadi Rp9,62 triliun, serta laba kotor yang mencapai Rp10,85 triliun, naik 32% dari Rp8,24 triliun pada semester I-2025. Laba usaha mencatat pertumbuhan 38% menjadi Rp8,44 triliun, didukung oleh kenaikan pendapatan lain-lain sebesar 41% menjadi Rp559,37 miliar, terutama dari laba selisih kurs dan keuntungan dari entitas asosiasi.

Peningkatan kinerja juga tercermin dari nilai laba bersih per saham dasar yang naik 36% menjadi Rp265,85 per saham, dari Rp195,43 pada periode sebelumnya. Di sisi aset, ANTAM mencatat kenaikan sebesar 27% menjadi Rp61,27 triliun, sementara ekuitas meningkat 14% menjadi Rp38,53 triliun. Posisi likuiditas tetap terjaga dengan kas dan setara kas sebesar Rp9,23 triliun, mendukung kelancaran operasional dan pendanaan proyek strategis.

Penjualan bersih ANTAM pada semester I-2026 mencapai Rp62,71 triliun, tumbuh 6% dibandingkan Rp59,02 triliun pada periode sebelumnya. Sebanyak 96% penjualan berasal dari pasar domestik, terutama dari produk emas, bijih nikel, dan bauksit. Emas menjadi kontributor terbesar dengan kontribusi 80% dari total penjualan, mencapai Rp50,39 triliun, didukung produksi emas sebesar 433 kg dan volume penjualan mencapai 18.080 kg.

Diversifikasi portofolio terus menjadi kunci utama pencapaian kinerja. Penjualan feronikel dan bijih nikel tumbuh 32% menjadi Rp10,41 triliun, dengan produksi feronikel mencapai 7.788 ton dan penjualan 7.605 ton. Sementara itu, penjualan bauksit dan alumina naik 28% dan 10% masing-masing, menunjukkan efektivitas pengelolaan kapasitas produksi dan permintaan pasar domestik yang terus berkembang.

Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari komitmen perusahaan terhadap *beyond operational excellence*, optimalisasi produksi, dan penguatan ekosistem industri logam mulia serta komoditas strategis. Dengan fondasi keuangan yang kuat dan arus kas yang sehat, ANTAM siap menjaga pertumbuhan berkelanjutan sejalan dengan visi menciptakan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya