Lampu Lalu Lintas Tak Selalu Sama, Ini Tiga Sistem Pengaturannya
Durasi lampu merah dan hijau di persimpangan tidak selalu seragam karena dikelola oleh tiga sistem pengendalian lalu lintas yang berbeda sesuai kondisi lalu lintas dan kebutuhan operasional.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 19.39 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 12x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pengaturan lampu lalu lintas di berbagai titik tidak selalu identik, meski tampak seragam dari jarak jauh. Perbedaan durasi antara satu persimpangan dengan lainnya disebabkan oleh penerapan sistem pengendalian yang berbeda, tergantung pada kepadatan kendaraan, waktu operasional, dan keadaan darurat. Tidak ada satu aturan universal yang berlaku di seluruh wilayah, sehingga pengguna jalan bisa mengalami pengalaman yang berbeda saat menunggu lampu merah.
Pengelolaan lalu lintas dilakukan melalui tiga metode utama. Pertama, sistem waktu tetap, di mana durasi lampu diatur berdasarkan jam-jam tertentu. Misalnya, di pagi hari saat arus kendaraan menuju pusat kota meningkat, lampu hijau untuk arah tersebut diperpanjang secara otomatis untuk menampung volume tinggi. Sistem ini paling banyak digunakan di area dengan pola pergerakan kendaraan yang konsisten.
Kedua, sistem cerdas atau adaptif, yang menggunakan sensor real-time untuk mendeteksi antrean kendaraan. Sensor yang dipasang di bawah permukaan jalan atau melalui kamera CCTV mampu mengukur panjang antrean secara langsung. Jika suatu arah sepi, lampu akan beralih ke hijau lebih cepat. Sebaliknya, jika antrean panjang, durasi hijau akan diperpanjang secara otomatis untuk mengurangi penumpukan.
Ketiga, sistem kendali pusat manual, yang memungkinkan petugas di ruang kontrol mengintervensi secara langsung. Sistem ini digunakan saat terjadi kejadian luar biasa seperti kemacetan parah, kecelakaan, atau ketika kendaraan prioritas seperti ambulans atau mobil pemadam kebakaran perlu mendapat jalan cepat. Dengan akses ke layar pemantau, petugas dapat mengubah durasi lampu secara langsung untuk memastikan kelancaran darurat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dorong transformasi madrasah menuju lingkungan belajar inklusif, aman secara digital, dan berkeadilan melalui kolaborasi semua pihak.
24 Oktober 2026
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Kontingen Sulawesi Utara keluar sebagai juara umum Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi ke-60 Seri 2 tahun 2026, mengamankan Piala Presiden dalam perhelatan nasional.
24 Oktober 2026

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Studi menunjukkan bahwa kebahagiaan dapat dibangun melalui gaya hidup sehat, interaksi sosial, dan tujuan jangka panjang.
24 Oktober 2026

Pupuk Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Lewat Irigasi Berkelanjutan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan sistem irigasi di lima daerah, termasuk Gunungkidul, untuk tingkatkan produktivitas pertanian di lahan tadah hujan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

Honda Bikers Day 2026 Tancapkan Semangat Kebangkitan di Ambarawa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.10 WITA

