Larangan Dekat Gunung Anak Krakatau Ditetapkan hingga Status Siaga Berakhir
Kapal dilarang mendekati radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau selama status Siaga berlaku, demi menjamin keselamatan pelayaran di Selat Sunda.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 11.48 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menetapkan pembatasan akses kapal di sekitar kawasan kawah aktif Gunung Anak Krakatau dengan jarak minimal tiga kilometer. Keputusan ini berlaku selama gunung tersebut berstatus Siaga (Level III), menindaklanjuti risiko potensi erupsi yang dapat mengancam keselamatan pelayaran di Perairan Selat Sunda. Larangan ini dikeluarkan sebagai upaya pencegahan dini terhadap potensi bahaya yang muncul akibat aktivitas vulkanik yang meningkat.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten menegaskan bahwa semua kapal yang melintas di wilayah tersebut wajib meningkatkan kewaspadaan. Nakhoda diminta memantau secara rutin informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), BMKG, serta instansi terkait lainnya terkait kondisi gunung berapi. Pemantauan ini menjadi kunci dalam mengantisipasi perubahan kondisi yang dapat mengganggu jalannya pelayaran.
Dalam situasi darurat, jika ditemukan indikasi bahaya seperti sebaran abu vulkanik atau perubahan dinamika aktivitas gunung, nakhoda wajib segera mengambil tindakan penghindaran dan melapor ke Vessel Traffic Service (VTS), stasiun radio pantai, atau otoritas pelabuhan terdekat. Langkah-langkah ini bertujuan memastikan respons cepat dan terkoordinasi dalam menghadapi potensi ancaman di laut.
Meski ada pembatasan radius, layanan penyeberangan antara Merak dan Bakauheni tetap berjalan normal. Pemerintah menegaskan bahwa operasional tetap dijalankan dengan prinsip kewaspadaan tinggi dan keselamatan menjadi prioritas utama. Koordinasi terus dilakukan oleh KSOP Kelas I Banten dan KSOP Kelas IV Bakauheni untuk memantau kondisi laut secara real time dan menjaga kelancaran serta keamanan pelayaran di seluruh wilayah Selat Sunda.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


