Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Larangan Dekat Gunung Anak Krakatau Ditetapkan hingga Status Siaga Berakhir

Kapal dilarang mendekati radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau selama status Siaga berlaku, demi menjamin keselamatan pelayaran di Selat Sunda.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 11.48 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Larangan Dekat Gunung Anak Krakatau Ditetapkan hingga Status Siaga Berakhir
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menetapkan pembatasan akses kapal di sekitar kawasan kawah aktif Gunung Anak Krakatau dengan jarak minimal tiga kilometer. Keputusan ini berlaku selama gunung tersebut berstatus Siaga (Level III), menindaklanjuti risiko potensi erupsi yang dapat mengancam keselamatan pelayaran di Perairan Selat Sunda. Larangan ini dikeluarkan sebagai upaya pencegahan dini terhadap potensi bahaya yang muncul akibat aktivitas vulkanik yang meningkat.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten menegaskan bahwa semua kapal yang melintas di wilayah tersebut wajib meningkatkan kewaspadaan. Nakhoda diminta memantau secara rutin informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), BMKG, serta instansi terkait lainnya terkait kondisi gunung berapi. Pemantauan ini menjadi kunci dalam mengantisipasi perubahan kondisi yang dapat mengganggu jalannya pelayaran.

Dalam situasi darurat, jika ditemukan indikasi bahaya seperti sebaran abu vulkanik atau perubahan dinamika aktivitas gunung, nakhoda wajib segera mengambil tindakan penghindaran dan melapor ke Vessel Traffic Service (VTS), stasiun radio pantai, atau otoritas pelabuhan terdekat. Langkah-langkah ini bertujuan memastikan respons cepat dan terkoordinasi dalam menghadapi potensi ancaman di laut.

Meski ada pembatasan radius, layanan penyeberangan antara Merak dan Bakauheni tetap berjalan normal. Pemerintah menegaskan bahwa operasional tetap dijalankan dengan prinsip kewaspadaan tinggi dan keselamatan menjadi prioritas utama. Koordinasi terus dilakukan oleh KSOP Kelas I Banten dan KSOP Kelas IV Bakauheni untuk memantau kondisi laut secara real time dan menjaga kelancaran serta keamanan pelayaran di seluruh wilayah Selat Sunda.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya