Selasa, 22 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Larangan Hijab di Solo Safari Picu Klarifikasi DPRD dan Manajemen

Seorang pelamar Magang HUB Kemnaker mengaku dilarang berhijab saat wawancara di Solo Safari, memicu sorotan hukum dan permintaan maaf dari manajemen.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 12.05 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
Larangan Hijab di Solo Safari Picu Klarifikasi DPRD dan Manajemen📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebuah dugaan kebijakan pelarangan penggunaan hijab oleh karyawan dan peserta magang di Solo Safari mencuat setelah seorang pelamar program Magang HUB Kementerian Ketenagakerjaan melaporkan pengalaman saat proses wawancara. Menurut laporan yang disampaikan ke DPRD Solo, calon peserta menyatakan secara langsung diberi tahu oleh pihak manajemen bahwa tidak diperbolehkan mengenakan hijab selama menjalani magang. Kejadian ini menjadi perhatian serius, terutama karena menyangkut hak konstitusional dan prinsip non-diskriminasi dalam dunia kerja.

Ketua Fraksi PKS DPRD Solo, Sugeng Riyanto, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dari masyarakat yang mengalami hal serupa. Ia menegaskan bahwa kebijakan yang mengecualikan penggunaan atribut keagamaan seperti hijab bertentangan dengan Pasal 28 dan 29 UUD 1945, serta ketentuan dalam Undang-Undang Cipta Kerja yang menjamin kesetaraan dalam kesempatan kerja. Sugeng menilai bahwa tindakan semacam ini tidak sesuai dengan prinsip keberagaman dan keadilan di negara yang menjunjung hak asasi manusia.

Manajemen Solo Safari, melalui General Manager Miyana, membantah tegas adanya aturan pelarangan hijab. Ia menjelaskan bahwa dalam struktur kebijakan perusahaan tidak terdapat ketentuan yang melarang penggunaan atribut keagamaan. Menurutnya, insiden tersebut muncul akibat miskomunikasi antara tim rekrutmen dan calon peserta. Miyana menyampaikan permohonan maaf atas ketidakjelasan penyampaian informasi yang menimbulkan kesalahpahaman.

Sebagai respons, pihak HRD Solo Safari berkomitmen untuk melakukan pengecekan internal guna memastikan keselarasan antara kebijakan resmi dan pelaksanaan di lapangan. Selain itu, manajemen akan segera menghubungi calon peserta yang terdampak untuk meluruskan informasi yang salah. Miyana menegaskan bahwa Solo Safari telah menjalin kerja sama rutin dengan Kemnaker sejak batch pertama program Magang HUB, tanpa pernah mencatat adanya isu serupa sebelumnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya