Layanan Psikolog di Puskesmas Jakarta Tak Dicover BPJS Mulai 1 September 2026
Wamenkes membantah kabar hoaks soal penghentian layanan psikolog di puskesmas Jakarta yang disebut berlaku per 1 September 2026, menegaskan kebijakan tetap berlaku sesuai regulasi nasional.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 16.51 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono secara tegas membantah informasi yang beredar luas di media sosial mengenai penghentian layanan psikologis di fasilitas kesehatan tingkat pertama di Jakarta, khususnya puskesmas, yang diklaim tidak lagi ditanggung oleh BPJS Kesehatan mulai 1 September 2026. Ia menegaskan bahwa isu tersebut tidak berdasar dan merupakan misinformasi yang menyesatkan masyarakat.
Berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan dalam pertemuan media di RS Soeharto Heerdjan, Jakarta Barat, kebijakan layanan psikolog tetap berlaku sesuai peraturan nasional. Tidak ada perubahan regulasi dari BPJS Kesehatan yang menghapus layanan tersebut, terlepas dari beredarnya informasi yang menyebutkan adanya peraturan gubernur yang mengubah status tersebut.
Pernyataan tersebut muncul menyusul viralnya sebuah unggahan di platform sosial yang menyebutkan bahwa layanan psikolog di puskesmas di wilayah Jakarta kini harus dibayar secara mandiri, dengan alasan peraturan baru dari Pemerintah Provinsi DKI. Unggahan tersebut menyertakan klaim bahwa kebijakan tersebut berlaku mulai 1 September 2026 dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama pasien yang bergantung pada layanan kesehatan berbasis BPJS.
Namun, Wamenkes menegaskan bahwa tidak ada perubahan kebijakan dari BPJS Kesehatan terkait layanan psikologis di tingkat fasilitas kesehatan primer. Ia menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap sistem kesehatan nasional dan mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum diverifikasi.
Pihaknya juga menegaskan bahwa layanan psikolog tetap menjadi bagian dari cakupan fasilitas kesehatan yang dibiayai BPJS Kesehatan, termasuk di puskesmas, sesuai dengan standar nasional. Tujuan utama kebijakan ini adalah menjaga akses layanan kesehatan mental bagi seluruh masyarakat, terutama yang berada di wilayah terpencil atau berpenghasilan rendah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pupuk Indonesia Perkuat Irigasi di 5 Wilayah, Dorong Ketahanan Pangan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan infrastruktur irigasi di lima daerah untuk tingkatkan akses air bagi petani lahan tadah hujan.
26 Oktober 2026

Indonesia Butuh Lebih Banyak Penulis Naskah Film Profesional
Ketua BPI ungkap industri film lokal kekurangan talenta, terutama penulis naskah, meski lulusan perfilman jumlahnya melimpah namun hanya sedikit yang masuk ke industri.
26 Oktober 2026

Adegan Pernikahan Chandler Bing Menggambarkan Harapan Terdalam Perry
Keluarga Matthew Perry mengungkapkan kesedihan mendalam saat menyaksikan adegan pernikahan Chandler dan Monica, yang mencerminkan keinginan abang mereka untuk memiliki keluarga di tengah perjuangan melawan kecanduan.
26 Oktober 2026

Ubed Siap Laga Penentu di Final French Open 2026
Tunggal putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah, melangkah ke final French Open 2026 setelah menaklukkan unggulan Prancis dalam pertandingan sengit tiga gim.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lula Menang Pilpres Brasil, Ulangi Sejarah sebagai Presiden Terlama
Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA

Singapura Tanggapi Pemangkasan Ekspor Gas RI dengan Langkah Hukum
Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA

Pembayaran Gaji ASN Tetap Melalui Perbankan
Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA

Indonesia Siap Tentukan Nasib Rating Pasar Modal Sendiri
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

9 Perusahaan Siap Melantai di Bursa, Tiga Punya Aset Jumbo
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

Asing Jual Bersih Rp8,73 Triliun, 10 Saham Ini Paling Dijual
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

Asing Borong Saham Unggulan, IHSG Akhiri Pekan Naik 1,21%
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

IHSG Diproyeksi Naik Terbatas dengan Risiko Koreksi
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

