Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Letnan Korsel Diberi Hukuman Skorsing karena Tinggalkan Tugas untuk Beri Makan Kadal

Seorang letnan angkatan bersenjata Korea Selatan dihukum skorsing dua bulan karena sering absen tanpa izin, termasuk untuk memberi makan kadal dan mencuci mobil, serta menunda izin dan promosi prajurit di bawahnya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 15.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 14x dibuka
Letnan Korsel Diberi Hukuman Skorsing karena Tinggalkan Tugas untuk Beri Makan Kadal📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seorang letnan dua di militer Korea Selatan divonis skorsing selama dua bulan oleh Pengadilan Distrik Busan setelah terbukti melanggar aturan disiplin secara berulang. Pelanggaran utama yang menjadi dasar hukuman adalah tingginya frekuensi absen tanpa izin, mencapai 64 kali selama 10 bulan di hari kerja. Dalam persidangan, terdakwa mengaku meninggalkan pos tugas dengan alasan memberi makan kadal peliharaannya dan mencuci mobil, yang dianggap tidak dapat diterima sebagai alasan resmi.

Selain absen tanpa izin, sang letnan juga terbukti melakukan pelanggaran disiplin lainnya yang lebih serius. Ia tercatat menunda persetujuan 698 permohonan cuti, rekreasi, dan menginap dari 26 prajurit bawahannya antara Oktober 2023 hingga November 2024. Akibat penundaan ini, banyak anggota militer tidak dapat memperoleh tiket kereta khusus militer dan terpaksa membayar sendiri transportasi.

Pengadilan juga mengungkapkan bahwa letnan tersebut pernah melakukan pelecehan verbal terhadap seorang prajurit yang meminta penugasan ulang karena mengalami sakit punggung. Dalam kesempatan itu, ia menyarankan korban agar mengajukan pengunduran diri dengan alasan sakit jiwa. Selain itu, terdakwa juga disebut menunda promosi beberapa anggota karena tidak melaksanakan sesi wawancara rutin secara tepat waktu.

Hukuman skorsing ini dikuatkan oleh pengadilan karena dianggap sebagai bentuk pelanggaran berat terhadap kedisiplinan militer. Menurut peraturan yang berlaku, pelanggaran serius dapat berujung pada pemecatan, sementara pelanggaran lainnya bisa berdampak pada pengusiran dari dinas militer. Kasus ini menjadi peringatan atas pentingnya ketaatan terhadap aturan dan tanggung jawab kepemimpinan dalam lingkungan militer.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya