Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

LG Hentikan Produksi Baterai Mobil Listrik di AS, Fokus ke Penyimpanan Energi

LG Energy Solution mulai alihkan produksi dari baterai mobil listrik ke sistem penyimpanan energi di Amerika Utara akibat lonjakan permintaan dari pusat data AI.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 00.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
LG Hentikan Produksi Baterai Mobil Listrik di AS, Fokus ke Penyimpanan Energi
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan baterai asal Korea Selatan, LG Energy Solution, secara bertahap menghentikan produksi sel baterai untuk kendaraan listrik di fasilitasnya di kawasan Amerika Utara. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap pergeseran tren pasar yang menunjukkan pertumbuhan pesat pada sektor penyimpanan energi stasioner, terutama didorong oleh ekspansi infrastruktur pusat data berbasis kecerdasan buatan. Dalam pernyataan resmi, Robert Lee, Presiden LG Energy Amerika Utara, menegaskan bahwa alih produksi ini merupakan keputusan strategis untuk menyesuaikan kapasitas pabrik dengan permintaan nyata di pasar.

Dari delapan pabrik yang dimiliki di wilayah tersebut, lima di antaranya dijadwalkan beroperasi penuh untuk produksi baterai sistem penyimpanan energi (ESS) paling lambat akhir tahun ini. Salah satu fasilitas utama yang telah menyesuaikan arah produksi berlokasi di Lansing, Michigan, yang sebelumnya memasok sel baterai untuk Tesla dan Toyota. Meski tetap memproduksi baterai untuk kendaraan listrik, fokus utama kini beralih ke kebutuhan energi skala besar yang kian mendesak.

Untuk menyesuaikan produksi, LG Energy mengadopsi formula kimia lithium iron phosphate (LFP), yang sebelumnya tidak menjadi fokus utama perusahaan. Meskipun baterai LFP memiliki kapasitas energi lebih rendah dibandingkan baterai nikel yang biasa diproduksi, keunggulan keamanan dan daya tahan jangka panjang membuatnya sangat cocok untuk aplikasi penyimpanan energi. Perubahan ini menandai transformasi besar dalam strategi produksi, di tengah ketidaksesuaian antara investasi besar dan realisasi pasar kendaraan listrik yang belum mencapai proyeksi awal.

Berdasarkan estimasi konsultan Benchmark Mineral Intelligence, permintaan baterai stasioner di Amerika Utara mencapai 76 gigawatt-jam pada tahun ini, dan diperkirakan tumbuh hingga 125 gigawatt-jam dalam lima tahun ke depan. Meski pertumbuhan ini pesat, angka tersebut masih belum cukup untuk menyerap seluruh kapasitas produksi yang telah dibangun untuk mobil listrik. Namun, LG Energy tetap melestarikan produksi baterai berbasis nikel melalui pabrik bersama dengan General Motors di Ohio, yang baru saja kembali beroperasi setelah henti selama tujuh bulan.

Robert Lee menegaskan keyakinan bahwa kendaraan listrik tetap akan menjadi dominan di masa depan. “Kendaraan listrik akan kembali bangkit dan pada akhirnya akan mendominasi mayoritas kendaraan di Amerika Serikat. Ini semua benar-benar hanya soal waktu,” ujarnya, menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap transformasi energi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya