Likuiditas Bank Aman Meski Serap Proyek Pemerintah
Gubernur BI menegaskan likuiditas sistem perbankan tetap stabil meski banyak proyek pemerintah diserap, dengan dana likuiditas mencapai Rp930 triliun dari instrumen moneter.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 13.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kepastian likuiditas yang tetap terjaga dalam sistem perbankan Indonesia ditegaskan oleh Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti. Ia menilai, meskipun sejumlah lembaga keuangan, khususnya Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), aktif menyalurkan dana untuk proyek strategis pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih, hal tersebut tidak mengancam stabilitas keuangan nasional.
Menurut Destry, pemerintah telah melakukan perhitungan matang terkait alokasi dana, sehingga keterlibatan perbankan dalam program tersebut tetap berjalan secara seimbang. Ia menekankan bahwa kebijakan tersebut tidak dilakukan secara asal, melainkan berdasarkan analisis yang mempertimbangkan ketersediaan likuiditas secara keseluruhan.
Bank Indonesia, lanjutnya, telah menyiapkan mekanisme penopang likuiditas melalui instrumen operasi moneter. Termasuk dalam kategori tersebut adalah repositori jangka pendek dan FX swap, yang mampu menyerap dana asing dan mengubahnya menjadi likuiditas rupiah dalam jumlah besar. Angka yang tercatat mencapai sekitar Rp930 triliun, menunjukkan aliran dana yang kembali ke dalam sistem domestik.
Destry menegaskan bahwa menjaga ketersediaan likuiditas bukan tanggung jawab semata pemerintah atau BI saja, melainkan merupakan kerja sama lintas lembaga. Kedua institusi ini, meski berbeda jalur operasional, bekerja sinergis—pemerintah melalui penyaluran dana, BI melalui penciptaan likuiditas—untuk memastikan ekonomi tetap stabil dan tumbuh secara berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Survei IPO menempatkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di posisi lima besar kinerja menteri Kabinet Merah Putih, dengan 12 persen responden menilai kinerjanya baik.
25 Oktober 2026

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Kegiatan Kumitra Jambore 2026 di Banjarmasin bertujuan memperluas akses pasar dan mengintegrasikan pelaku UMKM Kalimantan Selatan ke dalam rantai pasok nasional.
25 Oktober 2026

Penundaan Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang Hingga 2028
Pemerintah memperpanjang tenggat waktu sertifikasi halal bagi UMKM hingga 2028 menyusul belum tercapainya target dan berbagai kendala operasional dari pelaku usaha.
25 Oktober 2026

Gandrung Sewu 2026 Dorong Peningkatan Ekonomi Lokal
Gelaran budaya kolosal Gandrung Sewu 2026 dengan konsep malam hari berhasil tingkatkan okupansi akomodasi dan kunjungan wisatawan di Banyuwangi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

