Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Lima Jilid Buku Sejarah Nasional Dilepas Bebas dari Intervensi

Peluncuran lima jilid buku sejarah nasional dipastikan tidak terpengaruh intervensi pemerintah, menjamin kebebasan akademik dan objektivitas penulisan ilmiah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 10.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Lima Jilid Buku Sejarah Nasional Dilepas Bebas dari Intervensi
Foto: Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Kebudayaan secara tegas menegaskan bahwa peluncuran lima jilid pertama seri *Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global* dilakukan tanpa campur tangan pemerintah dalam proses penyusunan. Proses ini dijalankan sebagai bentuk komitmen terhadap kebebasan akademik dan integritas ilmiah para sejarawan. Dalam pernyataannya di Jakarta, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan bahwa pemerintah hanya berperan sebagai fasilitator, tanpa melibatkan diri dalam substansi, metodologi, atau narasi yang dikembangkan tim penulis.

Setiap aspek penulisan—mulai dari pemilihan sumber, pendekatan analisis, hingga penyusunan narasi—dipercayakan sepenuhnya kepada para ahli sejarah yang terlibat dalam tim penyusun. Tidak ada intervensi terhadap naskah, bahkan hingga tingkat kalimat terkecil. Fadli Zon menegaskan bahwa seluruh karya ini merupakan hasil kerja ilmiah murni, tanpa perubahan dari pihak kementerian. Keberhasilan ini menjadi tonggak penting setelah hampir dua dekade masyarakat menanti pembaruan historiografi nasional yang lebih akurat dan inklusif.

Pembaruan sejarah nasional ini dirancang untuk mencerminkan dinamika kebangsaan dalam konteks global, dengan pendekatan multidimensi yang mempertimbangkan berbagai perspektif. Dengan menyerahkan sepenuhnya kepada komunitas akademik, pemerintah menunjukkan komitmen terhadap transparansi dan keberlanjutan dalam penulisan sejarah yang objektif. Hal ini juga menjadi jawaban atas keinginan masyarakat akan narasi sejarah yang tidak hanya menonjolkan satu versi, tetapi mencerminkan keragaman dan kompleksitas perjalanan bangsa.

Tujuan utama peluncuran buku ini adalah memperkuat fondasi pemahaman sejarah yang bebas dari bias politik atau ideologis. Dengan demikian, generasi mendatang dapat mempelajari masa lalu dengan basis data dan analisis ilmiah yang kredibel. Proses yang telah dilalui menjadi bukti bahwa kebebasan akademik bukan sekadar prinsip, tetapi bisa diwujudkan dalam bentuk produk ilmiah yang diakui secara nasional dan internasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya