Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

LKBB-PB Nasional 2026: Pemuda dari 30 Provinsi Bangun Jiwa Kebangsaan

Lomba kreasi baris-berbaris dan pengibaran bendera tingkat nasional 2026 di Jakarta menjadi wadah pembentukan karakter dan persatuan generasi muda melalui kompetisi kreatif berbasis nilai kebangsaan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 15.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
LKBB-PB Nasional 2026: Pemuda dari 30 Provinsi Bangun Jiwa Kebangsaan
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kegiatan Lomba Kreasi Baris-Berbaris dan Pengibaran Bendera (LKBB-PB) tingkat nasional 2026 yang berlangsung di halaman Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, tidak hanya menjadi ajang pertandingan fisik dan teknis, tetapi juga momentum penting dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda. Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, menegaskan bahwa tujuan utama kehadiran peserta dari 30 provinsi bukan sekadar meraih kemenangan, melainkan memperkuat kesadaran akan Empat Pilar MPR RI sebagai fondasi berbangsa dan bernegara.

Dalam sambutannya, Siti menyoroti antusiasme tinggi peserta yang mencerminkan potensi besar LKBB-PB sebagai sarana edukatif. Ia menyebut bahwa aktivitas ini mampu membentuk disiplin, kepemimpinan, kerja sama, serta mempererat hubungan antarwarga negara dari berbagai latar belakang budaya dan daerah. Keberhasilan penyelenggaraan tahun ini menjadi dasar bagi perluasan cakupan ke depan, dengan harapan pada 2027 seluruh 38 provinsi di Indonesia dapat berpartisipasi.

Hasil akhir kompetisi menunjukkan dominasi peserta dari wilayah Jawa Barat, Sulawesi Tenggara, dan Kalimantan Tengah. SMK Negeri 2 Garut meraih juara utama, disusul SMA Negeri 1 Kendari sebagai juara kedua, dan SMA Negeri 1 Pangkalan Bun menempati posisi ketiga. Sementara itu, lima sekolah lainnya meraih penghargaan harapan, termasuk dari Bali, DKI Jakarta, dan Aceh, menandakan keterlibatan luas dan kualitas kompetitif yang tinggi dari berbagai daerah.

Siti juga menyoroti kreativitas peserta dalam menyusun formasi yang kompleks namun tetap sesuai aturan upacara. Ia menilai bahwa kemampuan ini mencerminkan keseimbangan antara inovasi dan disiplin, yang menjadi nilai inti dari kegiatan. Ia menekankan pentingnya evaluasi terhadap durasi perlombaan yang dinilai terlalu padat dalam satu hari, sehingga direkomendasikan agar diselenggarakan dalam dua hari pada tahun depan agar peserta dapat tampil optimal dan mendapatkan pengalaman yang lebih mendalam.

Pengalaman yang diperoleh selama lomba, menurut Siti, harus terus dilestarikan setelah acara berakhir. Ia berharap jaringan persahabatan yang terbentuk antarpeserta dapat menjadi fondasi bagi kolaborasi lintas daerah di masa depan. Dengan demikian, LKBB-PB bukan sekadar perlombaan, melainkan wahana nyata dalam membangun karakter bangsa yang berkepribadian, disiplin, dan berkecintaan tinggi terhadap tanah air.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya