Low Tuck Kwong Tetap Puncak Daftar Kekayaan Nasional 2026
Low Tuck Kwong kembali menjadi orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan US$16,4 miliar, didukung dominasi saham di perusahaan batu bara dan portofolio energi global.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 21.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Low Tuck Kwong, pendiri PT Bayang Resources Tbk (BYAN), mempertahankan posisi sebagai tokoh terkaya di Tanah Air hingga Oktober 2026. Nilai kekayaannya mencapai US$16,4 miliar atau setara Rp291,37 triliun, menjaga dominasi atas para pengusaha besar lainnya. Kenaikan dan penurunan nilai asetnya terus berdampak pada dinamika pasar komoditas global, terutama sektor energi dan pertambangan yang tetap menjadi pilar utama kekayaan para taipan nasional.
Kepemilikan saham Low di BYAN mencapai 20,853%, setelah perjanjian jual beli saham bersyarat dengan PT Jhonlin Baratama milik Andi Syamsudin Arsyad. Dengan 6,95 miliar saham yang dikendalikan, ia tetap menjadi pemegang saham terbesar di perusahaan tambang batu bara yang beroperasi di Indonesia. Selain itu, Low juga mengendalikan Metis Energy di Singapura, perusahaan energi terbarukan yang sebelumnya bernama Manhattan Resources, serta memiliki saham di The Farrer Park Company dan Samindo Resources.
Keterlibatannya dalam proyek SEAX Global, yang sedang mengembangkan sistem kabel laut bawah laut untuk konektivitas internet antara Singapura, Indonesia, dan Malaysia, menunjukkan ekspansi bisnisnya di luar sektor energi. Di posisi kedua dan ketiga, Robert Budi Hartano dan Prajogo Pangestu masing-masing memiliki kekayaan US$15,2 miliar dan US$14,8 miliar, menunjukkan ketatnya persaingan di jajaran atas daftar kekayaan nasional.
Anthoni Salim, pemimpin Indofood Group, menempati posisi keempat dengan kekayaan US$10,8 miliar, diikuti Dato Sri Tahir dari Mayapada Group dengan nilai US$9,4 miliar. Sri Prakash Lohia, pendiri Indorama Corp, berada di posisi kelima dengan harta US$8,6 miliar, disusul Otto Toto Sugiri dari DCI Indonesia yang memiliki kekayaan US$8,2 miliar. Semua angka ini mencerminkan konsistensi struktur ekonomi yang masih didominasi oleh sektor energi, pertambangan, dan industri besar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Wabup Nagekeo Meninggal Usai Pantau Perbaikan Jalan Rusak
Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, meninggal dunia setelah mengalami gangguan kesehatan saat kembali dari pemantauan perbaikan jalan di Desa Rendu Tutubhada.
4 Oktober 2026

Manager Fox Ajukan Permohonan Putar Film di Istana
Manager Twentieth Century Fox Indonesia memohon izin kepada Presiden untuk memutar film "The Robe" di Istana, sebagai bagian dari upaya promosi teknologi Cinemascope yang masa berlakunya hampir habis.
4 Oktober 2026

RLCO Perkenalkan Produk Sarang Burung Premium untuk Pasar Dalam Negeri
Perusahaan bergerak di bidang sarang burung walet meluncurkan lini produk premium lokal dengan standar internasional, menawarkan transparansi asal dan proses produksi kepada konsumen domestik.
4 Oktober 2026

AZKO Perkuat Keberlanjutan dengan Target 2030
AZKO menegaskan komitmen keberlanjutan melalui program Berbagi Cahaya dan BISA BAIK, dengan target jangkauan 80 kota hingga 2030 dan peningkatan produk ramah lingkungan hingga 22%.
4 Oktober 2026
Berita Lainnya

Ben Affleck Soroti Etika Penggunaan AI dalam Sinema
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

EJIF 2026 Torehkan Rp2,4 Triliun dari 12 Komitmen Investasi
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pengawasan WNA di Tangerang Diperketat Pasca Temuan Pelanggaran Izin
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

Kota Berbasis AI dan Nilai Lokal Hadir di Bali
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

Warga Badui Ajak Pemerintah Jaga Hutan untuk HUT Banten ke-26
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.29 WITA

Teh Jahe Hangat Bantu Legakan Perut Kembung Malam Hari
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.28 WITA

Marinir AS Ditahan Terkait Pembunuhan dan Pencurian di Okinawa
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.28 WITA

Hekente Wakatobi: Perempuan Jaga Budaya Bahari dengan Tradisi Menjaring Ikan
Minggu, 4 Oktober 2026, 21.28 WITA

