Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Maduro Unggah Foto dari Tahanan, Ajak Rakyat Tetap Kuat

Mantan presiden Venezuela, Nicolas Maduro, membagikan foto dirinya dalam tahanan New York melalui media sosial sambil menyampaikan pesan harapan dan keteguhan bagi keluarga serta pendukungnya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.50 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Maduro Unggah Foto dari Tahanan, Ajak Rakyat Tetap Kuat
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nicolas Maduro, yang kini ditahan di penjara federal di New York, mengunggah dua foto dari dalam sel tahanan sebagai bentuk komunikasi dengan keluarga dan masyarakat Venezuela. Dalam unggahan tersebut, ia terlihat mengenakan pakaian olahraga abu-abu dan mengangkat tangan membentuk simbol perdamaian. Foto itu diunggah pada Minggu (30/8), meski keterangan waktu menunjukkan gambar diambil pada 25 Juni, sehari setelah gempa bumi besar melanda Venezuela yang menewaskan lebih dari 6.500 jiwa.

Maduro menyampaikan pesan harapan kepada generasi muda, khususnya cucu-cucunya, serta semua pendukungnya yang tetap setia. Ia menegaskan bahwa meski berada dalam kondisi sulit, semangat dan cinta kepada rakyat tetap utuh. “Saya mengirimkan foto ini sebagai hadiah kecil untuk semua cucu saya, anak laki-laki dan perempuan, serta semua orang baik yang mencintai kami,” tulisnya dalam bahasa Spanyol. Ia menegaskan kepercayaan bahwa Venezuela akan bangkit kembali, dengan keyakinan bahwa Tuhan bersama mereka.

Unggahan tersebut menimbulkan berbagai spekulasi di media sosial, terutama mengenai akses Maduro terhadap teknologi komunikasi di tengah status tahanan. Beberapa pengguna mempertanyakan kredibilitas foto dan kemampuan untuk mengunggah konten dari dalam penjara AS. “Bagaimana mungkin dia bisa mengunggah sesuatu dari tahanan? Ini sangat mencurigakan,” tulis salah satu netizen. Pertanyaan serupa muncul seiring dengan kaitan unggahan tersebut dengan pengumuman kesepakatan minyak antara AS dan Venezuela yang dilakukan sehari sebelumnya.

Kesepakatan tersebut memungkinkan perusahaan minyak AS mengakses cadangan minyak sebesar lebih dari 65 miliar barel di Venezuela. Pengumuman ini disebutkan juga oleh mantan Presiden AS Donald Trump dalam akun Truth Social, yang menyebutnya sebagai “hadiah dari Venezuela untuk rakyat Amerika Serikat”. Sementara itu, Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap dalam operasi militer AS di Caracas Januari lalu, dengan dakwaan konspirasi terorisme narkoba dan pengiriman kokain ke AS. Keduanya menegaskan tidak bersalah dan persidangan dijadwalkan berlangsung pada 1 Juni 2027.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya