Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Mahasiswa Dilibatkan Perkuat Penanganan TBC di Tingkat Desa

Wakil Menteri Dalam Negeri dorong keterlibatan mahasiswa dari konsorsium perguruan tinggi dalam penanganan TBC hingga desa, dengan fokus pada pelacakan kasus dan edukasi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 18.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Mahasiswa Dilibatkan Perkuat Penanganan TBC di Tingkat Desa
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Wakil Menteri Dalam Negeri menegaskan pentingnya melibatkan mahasiswa dari konsorsium perguruan tinggi sebagai kunci dalam mempercepat penanganan tuberkulosis di tingkat desa. Ia menyoroti keterbatasan tenaga kesehatan yang kerap menghambat akses pemeriksaan dan edukasi langsung kepada masyarakat, sehingga peran mahasiswa dinilai strategis sebagai tenaga tambahan yang dinamis dan terlatih.

Dalam rapat koordinasi di Jakarta, ia menyampaikan bahwa kehadiran jajaran perguruan tinggi memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program nasional, terutama dalam menjangkau wilayah terpencil hingga tingkat kecamatan dan desa. Kolaborasi ini, menurutnya, bukan sekadar dukungan simbolis, tetapi bentuk keterlibatan aktif dalam sistem penanganan TBC secara menyeluruh.

Target utama yang disebutkan adalah mencapai 90 persen dari semua kasus terduga TBC harus menjalani pemeriksaan diagnostik, serta 90 persen pelacakan kontak erat dan penyelesaian pengobatan pasien. Realisasi indikator ini menjadi penentu keberhasilan program eliminasi TBC secara nasional. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah harus memasukkan program penanganan TBC ke dalam dokumen perencanaan strategis, termasuk RPJMD, RKPD, dan APBD, sebagai bentuk kewajiban penyelenggaraan pelayanan dasar.

Dukungan anggaran dari APBD menjadi syarat penting agar kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan mahasiswa dapat berlangsung berkelanjutan. Wamendagri menegaskan bahwa penanganan TBC bukan hanya urusan kesehatan, tetapi juga bagian dari kewajiban pemerintah daerah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat. Ia menyebutkan bahwa eliminasi TBC menjadi prioritas nasional yang harus dicapai dalam tiga tahun ke depan, sejalan dengan arahan Presiden.

Dengan memperkuat sinergi lintas sektor, pihaknya optimistis gerakan bersama ini akan mendorong percepatan pencapaian target nasional. Ia mengapresiasi komitmen yang telah ditunjukkan oleh berbagai pihak dan mengajak semua pemangku kepentingan untuk terus berkoordinasi demi memastikan tidak ada satupun kasus TBC yang terlewat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya